BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Geopolitik Global Kian Menentukan Arah Politik dan Ekonomi Indonesia


Jakarta, Suaraindonesia1, 24 Juni 2026 - Perubahan geopolitik global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi dapat dipandang sebagai isu eksternal yang jauh dari kepentingan nasional. Persaingan kekuatan dunia, ketidakpastian ekonomi internasional, transformasi teknologi, hingga perebutan pengaruh di berbagai kawasan kini memiliki dampak langsung terhadap politik domestik dan pembangunan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Pengamat Politik  dan Akademisi Sweet Zalukhu, S.AP., M.Sos., yang akrab disapa Zalukhu, menilai bahwa dunia sedang memasuki fase baru yang ditandai oleh meningkatnya kompetisi strategis antarnegara dalam berbagai sektor penting.

Menurutnya, perubahan tersebut menuntut negara-negara berkembang untuk memiliki kemampuan membaca arah perkembangan global secara lebih cermat agar mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempertahankan daya saing ekonomi.

"Geopolitik hari ini bukan lagi isu luar negeri semata. Dampaknya langsung terasa pada politik domestik, arah kebijakan ekonomi, dan stabilitas nasional," ujar Zalukhu.



Ia menjelaskan bahwa persaingan global saat ini tidak lagi didominasi oleh kekuatan militer sebagaimana terjadi pada masa lalu. Kompetisi antarnegara telah bergeser ke sektor teknologi, energi, perdagangan, investasi, dan penguasaan sumber daya strategis yang menjadi penentu kekuatan ekonomi masa depan.

"Persaingan global telah bergeser dari dominasi militer menuju penguasaan teknologi, energi, dan ekonomi. Negara yang gagal beradaptasi akan tertinggal," katanya.

Dalam konteks Indonesia, Zalukhu menilai bahwa stabilitas politik menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal yang muncul akibat perubahan geopolitik dunia. Menurutnya, kualitas institusi dan tata kelola pemerintahan akan sangat menentukan kemampuan negara dalam menjaga momentum pembangunan.

"Di tengah ketidakpastian global, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonominya, tetapi juga oleh kualitas institusi politik yang menopangnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Zalukhu menekankan bahwa hubungan antara politik dan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Keputusan politik yang diambil pemerintah pada akhirnya akan memengaruhi iklim investasi, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

"Tidak ada ekonomi yang kuat tanpa politik yang stabil, dan tidak ada stabilitas politik yang bertahan lama tanpa ekonomi yang sehat," katanya.

Menurut Zalukhu, Indonesia memiliki modal yang cukup besar untuk menghadapi perubahan global. Selain didukung jumlah penduduk yang besar, Indonesia juga berada pada posisi geografis yang strategis di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan perhatian geopolitik dunia.

Namun, ia mengingatkan bahwa keunggulan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan institusi, serta pembangunan daya saing nasional yang berkelanjutan.

"Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta geopolitik dunia. Tantangannya adalah mengubah keunggulan geografis menjadi kekuatan ekonomi dan pengaruh politik," ujar Zalukhu.

Ia menilai bahwa masa depan suatu bangsa pada abad ke-21 tidak lagi hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kemampuan menghasilkan inovasi, mengembangkan teknologi, dan membangun sumber daya manusia yang kompetitif.

"Keunggulan suatu bangsa pada abad ke-21 tidak lagi ditentukan oleh besarnya sumber daya alam, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Kompetisi global hari ini adalah kompetisi pengetahuan, inovasi, dan teknologi," katanya.

Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Zalukhu berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu mempersiapkan fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, ketahanan nasional pada era modern harus dipahami secara lebih luas, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan ekonomi, kualitas institusi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global.

"Ketahanan nasional pada abad ke-21 tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan, tetapi juga dari kemampuan negara menghadapi guncangan ekonomi dan perubahan geopolitik," ujarnya.

Zalukhu menegaskan bahwa keterkaitan antara geopolitik, politik domestik, dan ekonomi akan semakin kuat pada masa mendatang. Karena itu, ketiganya harus ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan yang saling mendukung.

"Geopolitik membentuk lingkungan strategis, politik menentukan arah, dan ekonomi menjadi instrumen. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan menyelaraskan ketiganya," pungkasnya.

« PREV
NEXT »