Manokwari - Suaraindonesia1, Setelah pimpinan Fraksi Otsus DPR Provinsi Papua Barat, mengkritisi dugaan terjadinya pembatasan Pers dalam peliputan kedatangan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, kini satu lagi anggota DPR Papua Barat buka suara. Pasalnya, situasi ini mengkhawatirkan banyak awak media di Manokwari, akan tidak memperoleh akses masuk ke kompleks lapangan Borarsi. Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi di Manokwari, direncanakan sebagai pagelaran akbar pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Wapres Gibran dijadwalkan hadir untuk meresmikan pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional XIV, Sabtu (20 Juni) sore.
Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, menyatakan kebebasan Pers adalah bagian dari demokrasi, tidak perlu dibatasi. Apalagi insan Pers di daerah sudah banyak dikenali, sehingga tidak boleh ada upaya-upaya pencegahan. "Gadungan ya barangkali, artinya orang tidak mengenali para insan Pers yang selama ini meliput dan memberitakan kegiatan pemerintaha. Kenapa harus diragukan? Kita mesti saling percaya dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing. Itu hak demokrasi! " tegas Kameubun.
Menurut Kameubun, ada puluhan wartawan dengan media masing-masing, yang cukup dikenali di daerah ini. Sekalipun hanya media lokal atau dimaksud berbasis di daerah, tapi para wartawannya mampu memperkenalkan nama daerah ke seluruh Tanah Air, bahkan ke seantero muka bumi.
Sebelumnya, tersebar kabar, hanya kurang dari 10 wartawan dengan medianya yang dapat masuk area perhelatan di RTP Borarsi Manokwar, akhir pekan ini. Beberapa wartawan ini dibekali tanda pengenal khusus (ID Card Media) yang khusus untuk meliput dan memberitakan kedatangan Wapres Gibran. Sementara, banyak wartawan lain akan dicegah masuk arena. Hingga Sabtu (20 Juni) pagi, belum dapat dipastikan pembatasan ini ditetapkan pemerintah, panitia atau aparat pengamanan Wakil Presiden. (cr)



