BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

PENAS Gorontalo: "Panggung Pameran" di Atas Reruntuhan Kesejahteraan Petani


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan di Gorontalo kini berubah menjadi ajang pembuktian betapa bobroknya skala prioritas Pemerintah. Di tengah jeritan petani yang tercekik mahalnya harga pupuk, kelangkaan benih, dan ancaman gagal panen, pemerintah justru lebih memilih menghamburkan anggaran demi perayaan seremonial yang minim esensi.


Kegagalan Membaca Prioritas: "Gaya di Atas Penderitaan"

Rizal Agu, aktivis kawakan Gorontalo, menilai pemerintah telah kehilangan kompas moral dan kebijaksanaan dalam mengelola negara. Bagi Rizal, memaksakan perhelatan akbar di tengah krisis agraria adalah bentuk pengkhianatan terhadap petani.


"Pemerintah kita ini gagal total dalam membaca skala prioritas. Rakyat sedang sekarat berjuang melawan ketidakpastian pasar, sementara pemerintah justru sibuk mendandani panggung megah PENAS. Ini bukan soal hilirisasi pertanian yang mereka agung-agungkan, ini soal membuang uang rakyat untuk menutupi ketidakmampuan mereka mengelola sektor riil," tegas Rizal dengan nada yang berapi-api.

Skandal Hilirisasi: "Bungkus Mewah, Isinya Busuk"

Rizal menyoroti pengakuan Menteri Pertanian mengenai kerugian negara senilai Rp 3,3 miliar dalam program hilirisasi di beberapa titik, termasuk Gorontalo. Menurutnya, temuan ini hanyalah puncak gunung es dari praktik korupsi sistemik yang selama ini disembunyikan.


"Menteri bicara soal hilirisasi, tapi realitasnya bibit tanaman yang dijanjikan saja tidak jelas rimbanya. Anggaran miliaran rupiah menguap, dan Gorontalo menjadi saksi bisu betapa anggaran negara dipakai untuk proyek-proyek fiktif. Jangan salahkan kami jika rakyat mencurigai bahwa PENAS ini hanyalah metode 'pencucian' anggaran untuk menutupi jejak-jejak korupsi pada program hilirisasi tersebut," tambah Rizal.

Ultimatum: "Kami Akan Kepung Lokasi PENAS!"

Rizal Agu menyatakan bahwa kesabaran masyarakat sudah habis. Ia menegaskan tidak akan ada lagi dialog basi atau janji-janji di balik meja. Mulai saat ini, ia akan memimpin langsung perlawanan di lapangan.


"Mulai hari ini, kami nyatakan perang! Saya bersama massa aksi akan mengepung dan menggelar unjuk rasa setiap hari di lokasi perhelatan PENAS. Kami akan pastikan para pejabat yang asyik berpesta tidak bisa tidur nyenyak," ujar Rizal.

Rizal menambahkan bahwa aksi ini adalah bentuk pengingat keras kepada pemerintah bahwa kekuasaan tidak boleh digunakan untuk membungkam aspirasi rakyat dengan kemewahan palsu. 


"Jika mereka berani berpesta di atas penderitaan petani dan uang negara yang dikorupsi, maka kami akan memastikan pesta itu berakhir dalam kekacauan. Kami tidak akan berhenti sebelum ada transparansi total dan pertanggungjawaban hukum atas skandal hilirisasi ini!" pungkasnya. 

(JO)

« PREV
NEXT »