BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Presiden Prabowo Kunjungi Bolsel, Aktivis Sampaikan Surat Terbuka Berisi 6 Poin Dugaan Korupsi


BOLMONG SELATAN, SuaraIndonesia1.com – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dijadwalkan pada besok hari (23/6/2026), ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial kenegaraan. Bagi masyarakat setempat, kedatangan Kepala Negara membawa harapan baru di tengah berbagai persoalan yang mengemuka di daerah tersebut.


Namun, di balik prosesi penyambutan meriah di Lapangan Nanti, sejumlah aktivis yang tergabung dalam kelompok Andika Cs justru memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui sebuah surat terbuka yang diperuntukkan langsung kepada Presiden. Surat tersebut merupakan desakan agar Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap sejumlah dugaan penyelewengan anggaran dan proyek-proyek bermasalah di Kabupaten Bolsel.


Dalam surat terbuka itu, terdapat enam poin utama yang menjadi sorotan, yaitu:


1. Proyek Pasar Mangkrak dan Dugaan Fee Proyek – Aktivis meminta Presiden untuk meninjau langsung proyek pembangunan pasar yang terbengkalai serta mengusut dugaan permainan fee dalam proyek tersebut.

2. Mega Proyek Islamic Center – Mereka mendesak Presiden memberikan atensi terhadap proyek Islamic Center yang diduga mangkrak dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

3. Pengelolaan Dana Desa – Evaluasi menyeluruh terhadap proses pengelolaan Dana Desa di setiap desa di wilayah Bolsel juga menjadi tuntutan mendesak.

4. Lapangan Tenis Pusat Pemerintahan – Pembangunan lapangan tenis di kawasan pusat pemerintahan dinilai tidak sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu dikaji ulang.

5. Skandal Anggaran di Tiga Dinas – Terdapat dugaan skandal anggaran yang melibatkan tiga dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel.

6. Komitmen Pemberantasan Korupsi – Secara keseluruhan, desakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi yang selama ini merongrong anggaran negara dan menghambat peningkatan kualitas pendidikan nasional.


Para aktivis menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo akan merespons serius laporan ini, mengingat pernyataan tegas Presiden sebelumnya yang mengingatkan bahwa teknologi digital kini memungkinkan masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan secara langsung kepada dirinya. Presiden juga menegaskan bahwa laporan masyarakat tidak boleh dipandang remeh oleh para pejabat yang masih mencoba bermain-main dengan anggaran negara.


"Kami percaya Bapak Presiden akan menindaklanjuti temuan ini sebagai wujud nyata dari komitmen beliau dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas," ujar salah satu perwakilan aktivis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Istana Kepresidenan maupun Pemerintah Kabupaten Bolsel belum memberikan tanggapan resmi terkait surat terbuka tersebut. Namun, kehadiran Presiden Prabowo diharapkan menjadi pemicu perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah ini. (JO)
« PREV
NEXT »