BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Kunjungan Presiden di Bolsel Hidupkan Kembali Harapan Pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya


BOLMONG SELATAN, SuaraIndonesia1.com – Kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi momentum yang membangkitkan kembali harapan masyarakat terhadap pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR).


Di tengah agenda kenegaraan yang berlangsung di Bolsel, aspirasi pemekaran daerah kembali mengemuka. Masyarakat menilai kehadiran Presiden merupakan kesempatan penting untuk menyampaikan secara langsung keinginan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.


Provinsi Bolaang Mongondow Raya sendiri direncanakan mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, serta Kota Kotamobagu. Aspirasi tersebut telah bergulir sejak awal era reformasi dan terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, akademisi, mahasiswa, hingga pemerintah daerah.


Menurut sejumlah tokoh masyarakat, BMR dinilai memiliki potensi yang cukup untuk menjadi daerah otonom baru. Selain memiliki wilayah yang luas, kawasan ini juga didukung sumber daya alam yang melimpah, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta infrastruktur pemerintahan yang relatif memadai.


Namun, perjuangan tersebut hingga kini masih terkendala kebijakan moratorium pembentukan daerah otonom baru yang diberlakukan pemerintah pusat sejak 2014.


Meski demikian, semangat masyarakat untuk memperjuangkan Provinsi BMR tidak surut. Kunjungan Presiden ke Bolsel dianggap sebagai momentum strategis untuk kembali mengingatkan pemerintah pusat bahwa aspirasi tersebut masih hidup dan terus diperjuangkan.


Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap keinginan daerah untuk memperoleh kesempatan yang lebih besar dalam mengelola potensi dan mempercepat pembangunan.


Bagi masyarakat BMR, pembentukan provinsi baru bukan semata persoalan status administratif, melainkan upaya menghadirkan pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.


“Yang kami perjuangkan bukan keistimewaan, melainkan kesetaraan dan kesempatan yang sama untuk maju,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Dengan kembali menguatnya aspirasi tersebut, masyarakat berharap kunjungan Presiden ke Bolaang Mongondow Selatan dapat menjadi awal terbukanya ruang dialog yang lebih luas terkait masa depan Provinsi Bolaang Mongondow Raya. (JO)
« PREV
NEXT »