BANDUNG, SuaraIndonesia1.com – Aktivitas pengerukan tanah di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, diduga dilakukan oleh pihak Pesantren Nurul Huda. Kegiatan yang berlangsung di area tanah miring yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut memicu kekhawatiran akan potensi bencana longsor.
Sejumlah warga sekitar melaporkan bahwa pengerukan tersebut telah mengakibatkan dampak fisik pada rumah-rumah di lokasi terdekat, di antaranya retakan pada bangunan dan awal muka tanah yang tidak stabil. Kekhawatiran utama warga adalah struktur tanah yang kian labil, yang berpotensi memicu longsor susulan, khususnya saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang dapat mempercepat pergerakan tanah.
Seorang warga bernama Lucky, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi pengerukan, menyampaikan bahwa retakan mulai terlihat di beberapa bagian tanah dan tembok setelah aktivitas alat berat berlangsung.
"Kami khawatir jika hujan deras turun, tanah yang sudah dikeruk akan semakin tidak stabil. Keselamatan warga harus menjadi prioritas karena rumah-rumah berada sangat dekat dengan lokasi pengerukan," ujarnya.
Selain risiko longsor, warga juga mengeluhkan aktivitas pemotongan pohon di lingkungan yang kerap dilakukan pada malam hari. Menurut mereka, kegiatan tersebut menimbulkan getaran dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Warga mendesak pihak terkait untuk segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi lereng serta memastikan bahwa seluruh proses pengerukan telah memenuhi ketentuan perizinan dan standar keselamatan lingkungan.
Masyarakat setempat meminta Pemerintah Daerah Kota Bandung, dinas teknis terkait, serta pihak penanggung jawab kegiatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah mitigasi yang diharapkan warga meliputi pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall), pemeriksaan stabilitas lereng secara berkala, serta penghentian sementara aktivitas pengerukan jika terbukti berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pesantren Nurul Huda maupun perwakilan pengelola lahan terkait kekhawatiran warga dan dugaan dampak longsor yang terjadi. Warga berharap seluruh pihak mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di kemudian hari.
Reporter: Jhul-Ohi


