Manado – Suaraindonesia1, Upaya memperkuat sinergitas antara aparat penegak hukum, instansi pemerintah, dan masyarakat sipil terus dibangun melalui ruang diskusi yang digelar bersama jajaran Polda Sulawesi Utara dan Bea Cukai.
Dalam kegiatan tersebut hadir Koordinator Aliansi Masyarakat Sulut Peduli Hukum, Stenly Sendow, Ketua LSM GTI Sulawesi Utara Fikri Alkatiri, Ketua DPD Kota Manado LSM GTI Alvian Lumombo, serta Humas DPP Lembaga Investigasi Negara (LIN) Yasir Arafat Lestaluhu.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu krusial yang berkembang di lapangan, termasuk pentingnya penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara masyarakat dengan aparat penegak hukum serta pihak Bea Cukai dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Koordinator Aliansi Masyarakat Sulut Peduli Hukum, Stenly Sendow, menyampaikan bahwa forum diskusi seperti ini merupakan langkah positif untuk membangun kepercayaan publik sekaligus membuka ruang komunikasi yang konstruktif antara masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu, Ketua GTI Sulut, Fikri Alkatiri, menilai sinergitas yang terjalin melalui forum tersebut dapat menjadi acuan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik akan memperkuat pengawasan publik sekaligus mendorong penegakan hukum yang lebih efektif.
Ketua DPD GTI Kota Manado, Alvian Lumombo, berharap ruang diskusi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung kepada pihak terkait.
Hal senada disampaikan Humas DPP Lembaga Investigasi Negara (LIN), Yasir Arafat Lestaluhu. Ia menegaskan bahwa sinergitas antara masyarakat, Kepolisian, dan Bea Cukai merupakan fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif serta memperkuat pengawasan terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Seluruh perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Polda Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie beserta jajaran Bea Cukai yang telah membuka ruang dialog dengan elemen masyarakat. Mereka berharap pertemuan ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat, sehingga komunikasi, pengawasan, dan penegakan hukum di Sulawesi Utara semakin efektif, transparan, dan dipercaya masyarakat.




