JAKARTA, SuaraIndonesia1.com – Ketua Umum GARINDRA (Garuda Muda Indonesia Raya), Rifqi Maulana, S.H., menyatakan bahwa pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Rifqi, masa depan bangsa tidak semata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, melainkan oleh kemampuan negara mencetak generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing global.
Rifqi menekankan bahwa Indonesia tengah memasuki fase pembangunan yang berpusat pada manusia (human-centered development). Dalam kerangka ini, Badan Gizi Nasional memiliki peran krusial karena gizi yang baik menjadi dasar bagi pendidikan, produktivitas tenaga kerja, inovasi, dan daya saing ekonomi.
“Kami memandang kepemimpinan Bapak Sudaryono di Badan Gizi Nasional bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan momentum untuk memperkuat investasi terbesar bangsa, yaitu investasi terhadap kualitas manusia Indonesia. Negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia harus terlebih dahulu memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi yang baik, kesehatan yang memadai, dan kesempatan berkembang secara optimal,” ujar Rifqi.
Ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus dilihat sebagai kebijakan pembangunan jangka panjang, bukan sekadar bantuan sosial. Dengan tata kelola yang baik, program ini dapat memberikan dampak ganda: peningkatan kesehatan masyarakat, penurunan stunting, peningkatan prestasi pendidikan, hingga penguatan produktivitas ekonomi nasional.
Rifqi menilai pengalaman Sudaryono di bidang pertanian menjadi modal penting untuk mensinergikan kebijakan pangan dan gizi. Ia berharap kepemimpinan baru dapat menciptakan sistem yang menghubungkan petani, peternak, nelayan, koperasi, UMKM, dan lembaga pendidikan dalam satu ekosistem pembangunan yang saling mendukung.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Ketika bahan pangan diserap dari petani lokal, hasil ternak dari peternak nasional, dan rantai pasok melibatkan UMKM daerah, maka negara bukan hanya sedang memberi makan anak-anak Indonesia, tetapi juga sedang membangun kemandirian ekonomi nasional,” tegasnya.
Rifqi menambahkan bahwa keberhasilan BGN nantinya harus diukur melalui indikator yang lebih luas, seperti peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi desa, penguatan ketahanan pangan, dan pengurangan kesenjangan antardaerah.
Sebagai organisasi kepemudaan yang fokus pada pengembangan SDM, investasi, pemerataan ekonomi, dan ketahanan pangan, GARINDRA meyakini bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui pembangunan yang menyentuh akar persoalan, yakni kualitas manusia.
“Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun dengan infrastruktur fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun infrastruktur manusia. Bangsa yang unggul lahir dari generasi yang sehat, berpendidikan berkualitas, berkarakter kepemimpinan, dan mampu berinovasi. Karena itu, kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono, Badan Gizi Nasional dapat menjadi institusi yang mengintegrasikan agenda kesehatan, pangan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu visi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujar Rifqi.
Rifqi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk memastikan setiap kebijakan memberi manfaat nyata. Ia menekankan peran mahasiswa sebagai penggerak inovasi, riset, edukasi gizi, pengembangan pangan lokal, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor perubahan.
“GARINDRA meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, menghadirkan inovasi, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami optimistis Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono dapat memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Rifqi Maulana, S.H., Ketua Umum GARINDRA.
Rep: JO


