Sarolangun, Suaraindonesia1, Com Tangal: 6/7/2026 Batangasai Kabupaten Sarolangun Jambi Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an MTQ tingkat Kecamatan Batangasai, Kabupaten Sarolangun tahun 2026 menuai sorotan. Kegiatan tersebut dianggap kurang maksimal karena diduga 10 desa tidak mengirimkan peserta.
Informasi tersebut memicu pertanyaan warga. Pasalnya MTQ kecamatan merupakan ajang pembinaan dan penjaringan qori-qoriah untuk mewakili Batangasai ke tingkat kabupaten.
Diduga 10 Desa Tidak Hadir,
Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari Panitia Kecamatan dan KUA Batangasai terkait jumlah desa yang hadir. Namun berdasarkan data sementara, ada 10 desa yang tidak terlihat mengirim kontingen.
Dugaan Penyebab Absennya 10 Desa,
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab:
1. Keterlambatan Sosialisasi
2. Undangan dan juknis dinilai telat sampai ke desa, sehingga persiapan peserta tidak maksimal.
3. 2. Kendala Anggaran
4. Biaya pembinaan, transport, dan perlengkapan peserta memberatkan desa yang belum memiliki alokasi dana.
5. 3. Minimnya Pembinaan,
6. Beberapa desa belum memiliki ustadz/ustadzah pembina tetap di TPA, sehingga tidak ada peserta yang siap lomba
Jika 10 desa benar absen, maka target pembinaan di Batangasai tidak tercapai. Selain itu keterwakilan Batangasai di MTQ Kabupaten Sarolangun juga dikhawatirkan berkurang.
Warga berharap Panitia Kecamatan, KUA Batangasai, dan Camat segera memberikan klarifikasi. Sekaligus melakukan evaluasi bersama 10 desa yang tidak hadir agar kejadian serupa tidak terulang.
“MTQ ini ajang syiar Islam. Sayang kalau gagal karena tidak ada peserta. Kami minta ada solusi dan pembinaan agar tahun depan semua desa bisa ikut,” ujar salah seorang tokoh agama di Batangasai. Yang Segan Di Sebut Namanya,
Pihak terkait diharapkan segera menggelar rapat evaluasi dan membuka ruang dialog dengan desa-desa agar pembinaan Al-Qur'an di Kecamatan Batangasai tetap berjalan
Penulis Abdulrazak,


