BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

GSC Minta Pendampingan Polri, Dukung Penertiban dan Pendataan Senapan Angin


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Menyusul sejumlah insiden peluru nyasar yang terjadi di wilayah Gorontalo, komunitas pecinta olahraga menembak mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengawasan dan kepemilikan senapan angin. Gorontalo Shooting Club (GSC) menyatakan dukungan penuh terhadap penertiban serta berharap adanya pendampingan intensif dari aparat penegak hukum (APH).


Hal ini disampaikan langsung oleh Fikriyanto Djibu, selaku Kepala Bidang Humas Organisasi Komunitas Gorontalo Shooting Club (GSC). Dalam pernyataannya, ia sangat mengharapkan dan menghargai pendampingan dari kepolisian, khususnya jajaran Intel Polda Gorontalo, Polres, hingga Polsek.


"Kami dan semua orang pengguna senapan angin merasa diawasi dan diperhatikan oleh APH. Kami mendukung penertiban senapan angin agar para pengguna sadar hukum dan tidak akan berani melakukan hal-hal yang melanggar aturan yang berimbas melawan hukum," tegas Fikriyanto dalam siaran persnya, Kamis (13/8/2026).

Pernyataan ini juga menggarisbawahi pentingnya legalitas kepemilikan senapan angin. Menurutnya, semua kepemilikan senapan angin harus tercatat dan dilaporkan ke kepolisian untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


"Orang yang berani mendaftarkan berarti dia adalah orang yang sadar hukum," tambahnya mengutip pesan Ketua Umum GSC, Ardiyanto Ismail.

Langkah ini dinilai penting mengingat insiden kecelakaan akibat senapan angin masih terjadi. Pada Mei 2023, seorang wanita di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto, tewas terkena peluru nyasar saat menjemur pakaian . Baru-baru ini pada Mei 2026, terjadi lagi kasus fatal di Pohuwato di mana seorang pria tewas karena tembakan senapan angin saat berburu bersama rekannya .


Komunitas GSC juga berkomitmen untuk menempatkan olahraga menembak pada koridor yang aman. Hal ini sejalan dengan upaya komunitas lain seperti HBG yang telah menyediakan lapangan tembak khusus untuk mencegah latihan di pemukiman . Dukungan juga datang dari berbagai pihak untuk menjadikan menembak sebagai sarana olahraga prestasi, bukan aktivitas berbahaya tanpa pengawasan .


Dengan adanya pendataan dan pengawasan, GSC berharap ke depan tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian penggunaan senapan angin.


Rep: JO

« PREV
NEXT »