Manokwari, suaraindonesia1.com, Minggu (29 Agustus 2026),– Amban Beach Fest 2026 selain dimeriahkan oleh Pameran UMKM dan Tarian Tradisional, juga diwarnai kegiatan Marathon dayung tradisional Perahu Seman, lomba Content Digital, distribusi dan penanaman bibit pohon, serta pelepasan tukik. Acara ini berlangsung tanggal 24 – 29 Agustus 2026 di Pantai Wisata Yonas Mandacan, Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.
Festival yang mengusung tema “Merawat Pantai, Menjaga Laut, Melestarikan Budaya, Membangun Ekonomi Masyarakat” tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi wisata pesisir, seni budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Festival ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat, pada 24 Agustus 2026 lalu.
Dalam rangka merawat pantai dan menjaga laut, dilakukan upaya distribusi dan penanaman pohon oleh PMI Papua Barat beserta beberapa organisasi pecinta lingkungan lainnya. Adapun bibit pohon yang didistribusian kepada masyarakat di wilayah pesisir yaitu kelapa, mahoni dan pucuk merah. Ketiga bibit ini langsung ditanam dalam mendukung pengembangan destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Sedangkan bibit sukun, matoa, dan mangga di distribusikan secara terpisah tetapi dengan tujuan sama yaitu gerakan penghijauan dapat rangka menjaga kelestarian alam. Seperti diketahui bahwa kelestarian kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama dan pemilihan jenis bibit pohon yang didistribusikan di area tersebut telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan sebagai upaya membantu menjaga vegetasi sekaligus mengurangi dampak kerusakan pesisir pantai.
Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari juga ikut terlibat dalam distribusi bibit pohon dan pelepasan tukik sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem di kawasan pesisir Pantai Wisata Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan pelepasam tukik ini dalam rangka Penutupan Amban Beach Fest 2026,” Kata Purwanto, Selaku Humas IKBY Manokwari.
“Acara Pelepasan Tukik berjalan lancar, tetapi kondisi berbeda terjadi pada saat penyerahan hadiah pemenang lomba dayung akibat adanya miss komunikasi antara panitia dengan pemenang, sehingga acara penyerahan plakat partisipasi keikutsertaan organisasi dalam kegiatan World Environment Day sebagai acara tambahan batal dilaksanakan” Ujar Amanta Setiawan, Selaku Seksi Dokumentasi IKBY Manokwari.
Sebagaimana diketahui, IKBY Manokwari adalah salah satu organisasi bersama puluhan organisasi lain yang turut serta dalam kegiatan pembersihan sampah plastik di laut dan pesisir pantai Manokwari yang berhasil mengumpulkan 1 Ton 711 Kg sampah anorganik dalam rangka World Environment Day yang berlangsung pada tanggal 31 Mei 2025 lalu.
“Diharapkan untuk tahun 2027, selain fokus dalam kegiatan pelestarian budaya bersama Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram Koordinator wilayah Manokwari, IKBY Manokwari berusaha terlibat aktif kegiatan pelestarian lingkungan terutama dalam hal pengelolaan sampah anorganik apabila mendapatkan dukungan teknis dari Pemerintah melalui instansi terkait berupa mesin berteknologi pirolisis dalam kegiatan Wayang (Warga Sayang Lingkungan). Sedangkan untuk sampah anorganik yang akan lebih bernilai apabila diproses tanpa harus mengalami peleburan akan dikelola melalui CANDI (Creative and design Industries). Adapun untuk sampah organik bisa untuk dibuat kompos, POC dan briket khusus untuk kepentingan kuliner melengkapi kegiatan GAMELAN (Gerakan Melestarikan Lingkungan Berkelanjutan) yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2022,“ pungkas Muhammad Subagyo Sugiarto, Ketua IKBY Manokwari, yang dihubungi secara terpisah lewat sambungan WhatsApp. (cr)


