BANGGAI KEPULAUAN, SuaraIndonesia1.com — Aliansi Pemuda Kalumbatan menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 1 September 2026, di dua lokasi, yaitu Polres Banggai Kepulauan dan Kantor Bupati Banggai Kepulauan.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos. Massa aksi datang untuk meminta kepastian atas sejumlah persoalan dan laporan yang selama ini disampaikan terkait Desa Kalumbatan.
Pada titik aksi pertama di depan Polres Banggai Kepulauan, situasi sempat memanas. Ketegangan terjadi saat Kevin Lapendos hendak memulai orasi. Kevin sempat terlibat adu argumentasi dengan salah seorang anggota kepolisian. Situasi tersebut sempat membuat suasana aksi menjadi tegang. Namun, ketegangan tidak berlangsung lama karena massa aksi dan aparat kepolisian sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Setelah situasi kembali kondusif, Kevin bersama massa melanjutkan aksi dan menyampaikan tuntutan mereka kepada pihak Polres Banggai Kepulauan.
Setelah melakukan aksi di Polres Banggai Kepulauan, massa kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Banggai Kepulauan. Di Kantor Bupati, Aliansi Pemuda Kalumbatan diterima langsung oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan bersama jajaran Forkopimda Banggai Kepulauan.
Dalam pertemuan tersebut, Kevin Lapendos menyampaikan delapan tuntutan utama Aliansi Pemuda Kalumbatan.
Berikut Tuntutan Aliansi Pemuda Kalumbatan:
1. Mendesak Bupati Banggai Kepulauan segera mengambil tindakan terhadap Kepala Desa Kalumbatan, termasuk pemberhentian apabila terbukti melakukan pelanggaran sesuai aturan yang berlaku.
2. Mendesak Bupati Banggai Kepulauan memberikan perhatian serius terhadap tuntutan masyarakat dan mendorong Inspektorat serta Polres Banggai Kepulauan segera mengambil langkah sesuai kewenangan.
3. Mendesak Polres Banggai Kepulauan segera melakukan penyelidikan terhadap laporan yang telah disampaikan oleh Aliansi Pemuda Kalumbatan.
4. Mendesak Inspektorat Banggai Kepulauan mempercepat hasil audit yang telah dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian.
5. Mendesak agar dugaan intimidasi dan pemerasan terhadap masyarakat yang diduga dilakukan oleh oknum pengusaha berinisial YT dapat segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
6. Meminta Polres Banggai Kepulauan segera memeriksa pihak-pihak yang telah dilaporkan, termasuk Kepala Desa Kalumbatan dan Ketua BPD Kalumbatan, sesuai prosedur hukum.
7. Mendesak Bupati Banggai Kepulauan segera menghentikan sementara atau melakukan evaluasi terhadap proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kalumbatan karena berbagai persoalan yang terjadi.
8. Mendesak Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan mengambil langkah tegas terhadap proyek KNMP, terutama terkait kejelasan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi salah satu persoalan yang dipertanyakan masyarakat.
Kevin Lapendos mengatakan aksi tersebut dilakukan karena masyarakat membutuhkan kejelasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu perkembangan dari berbagai laporan dan persoalan yang telah disampaikan.
“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami datang untuk meminta kejelasan. Kami hanya ingin pemerintah dan aparat serius melihat persoalan yang terjadi di Desa Kalumbatan,” tegas Kevin.
Kevin juga meminta agar seluruh laporan masyarakat tidak hanya diterima, tetapi benar-benar ditindaklanjuti.
“Jangan hanya menerima aspirasi kami, tetapi setelah itu tidak ada tindakan. Masyarakat membutuhkan bukti dan kepastian,” katanya.
Terkait proyek KNMP, Kevin menegaskan bahwa pembangunan harus dilakukan secara terbuka dan tidak meninggalkan persoalan yang belum selesai.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tetapi jangan sampai proyek baru terus berjalan sementara persoalan sebelumnya, termasuk kejelasan TPI, belum mendapatkan jawaban,” ujar Kevin.
Kevin Lapendos menegaskan bahwa Aliansi Pemuda Kalumbatan akan menunggu langkah nyata dari Pemerintah Daerah, Inspektorat dan Polres Banggai Kepulauan. Namun, ia memperingatkan bahwa apabila tuntutan masyarakat tidak mendapatkan respons yang jelas, Aliansi Pemuda Kalumbatan akan kembali turun ke jalan.
“Kami akan menunggu hasil terbaik. Tetapi jika tidak ada respons dan tidak ada tindakan yang jelas, maka kami pastikan akan ada gelombang aksi yang lebih besar,” tegas Kevin.
Menurut Kevin, perjuangan Aliansi Pemuda Kalumbatan tidak akan berhenti sampai masyarakat mendapatkan kejelasan terhadap berbagai persoalan yang mereka perjuangkan.
“Kami akan terus mengawal semua persoalan ini. Jika suara masyarakat terus diabaikan, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar,” tutupnya.
Rep: JO


