BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

DIDUGA DANA KABUPATEN, DAM "SILUMAN,DI DESA SUNGAI BAUNG TANPA PAPAN INFORMASI


SAROLANGUN, Suaraindonesia1 Com, Proyek pembangunan dam di Desa Sungai Baung, Kecamatan Batangasai, Kabupaten Sarolangun, Jambi diduga menggunakan dana APBD Kabupaten. Kecurigaan warga muncul karena di lokasi tidak ditemukan papan informasi proyek sama sekali.

Warga setempat menyebut bangunan tersebut, dam siluman karena tidak ada kejelasan soal sumber anggaran, nilai kontrak, hingga pihak pelaksana.


Tidak ada papan proyek. Tiba-tiba ada  material Pasir /batu masuk dan langsung kerja. Kami tanya ke Masarakat Desa Sungai

Baung Selalu Melintas Di Kawasan Dam Tersebut Me Ngaku Tidak Tahu Dana Dari  mana Soal Nya tidak Pernah Melihat' Papan Impormasi kata warga Desa Sungai Baung, Yang Segan Di Sebut Nama Nya,Sabtu [12/9


Pantauan di lokasi, dam yang sedang dikerjakan itu sudah dalam tahab pengecoran ,Namun di sekitar lokasi tidak terlihat papan informasi yang memuat nama kegiatan, sumber dana, nilai anggaran, pelaksana, dan waktu pengerjaan. Padahal hal itu wajib sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.


Warga menduga kuat proyek ini dibiayai dari dana pemerintah Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2026.


Kami tidak menolak ada pembangunan. Tapi harus transparan. Ini uang rakyat. Kalau tidak ada papan informasi, kami jadi curiga ada apa-apa," kata  Masyarakat Desa Sungai Baung,


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Upaya konfirmasi ke Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun masih dalam proses.


Wartawan Suaraindonesia1 Com Sarolangun menilai ketiadaan papan informasi bisa memicu dugaan penyimpangan. 

"Setiap proyek yang pakai uang negara wajib transparan. Kalau tidak ada papan, masyarakat tidak bisa mengawasi. Kami minta Inspektorat dan DPRD Sarolangun turun cek langsung ke Sungai Baung, ujar Nya Abdulrazak , Wartawan Suaraindonesia1 Com,


Warga berharap pemerintah daerah segera memasang papan informasi dan memberikan klarifikasi terkait proyek dam tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi.


penulis Abdulrazak,

« PREV
NEXT »