WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Momentum Hari Tani Nasional menjadi kesempatan bagi masyarakat Kampung Usaiwa untuk kembali memperkuat semangat bertani dan membangun kemandirian pangan dari kampung. Kamis (24/09/2026)
Kepala Kampung Usaiwa, Petrus Masini, bersama kepala suku dan tokoh masyarakat setempat mengajak warga untuk memanfaatkan potensi lahan yang tersedia dengan mengembangkan sektor pertanian. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus mendorong Kampung Usaiwa menjadi salah satu wilayah yang mampu menopang ketahanan pangan.
Menurut Petrus Masini, pertanian tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi keluarga apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Kita harus mulai dari kampung. Lahan yang tersedia jangan dibiarkan begitu saja. Mari kita manfaatkan untuk berkebun agar kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi dan hasilnya juga bisa menjadi sumber pendapatan,” ujarnya.
Peringatan Hari Tani Nasional tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sektor pertanian dalam mendukung kesejahteraan. Masyarakat didorong untuk kembali mengembangkan budaya berkebun dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di wilayah mereka.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut menerima bantuan bibit tanaman sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha pertanian. Selain bibit, masyarakat juga mendapatkan bantuan sembako sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sehari-hari sekaligus bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan pemerintah.
Pemberian bibit diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi dapat dikembangkan dan dirawat hingga menghasilkan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan dari hasil pertanian yang dikembangkan di lahan masing-masing.
Sementara itu, kepala suku dan tokoh masyarakat setempat menyatakan dukungan terhadap program ketahanan pangan tersebut. Mereka menilai kegiatan pertanian memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hasil kebun dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Apabila produksi meningkat, hasil pertanian juga dapat dipasarkan sehingga menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Pengembangan pertanian berbasis kampung diharapkan mampu menciptakan pola kehidupan yang lebih mandiri. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen pangan dari wilayahnya sendiri.
Semangat Hari Tani Nasional di Kampung Usaiwa pun diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan dimulai dari keluarga, diperkuat oleh masyarakat, dan bertumbuh dari kampung.
Dengan pemanfaatan lahan yang tersedia, dukungan bibit, serta keterlibatan pemerintah kampung, kepala suku dan masyarakat, Kampung Usaiwa diharapkan dapat terus mengembangkan potensi pertaniannya dan secara bertahap menjadi salah satu lumbung pangan masyarakat.


