WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Tokoh Masyarakat Sanggei, Nikolas Ramandei, menyampaikan dukungannya terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi. Rabu, (23/09/2026)
Nikolas mengatakan, pengembangan sektor pangan perlu mendapat perhatian karena memiliki kaitan erat dengan ketersediaan pangan dan peluang ekonomi masyarakat. Pemerintah sendiri menempatkan penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda pembangunan nasional.
Meski memberikan dukungan, Nikolas menegaskan bahwa masyarakat adat harus memperoleh informasi yang jelas dan terbuka mengenai pelaksanaan program di lapangan.
“Masyarakat adat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai program dan bagaimana pelaksanaannya. Yang paling penting, kepentingan masyarakat serta hak-hak adat harus tetap diperhatikan,” ujar Nikolas.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai investasi dan peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberadaan masyarakat setempat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.
Selain berbicara mengenai ketahanan pangan, Nikolas turut menyampaikan keprihatinannya terhadap gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.
Ia menilai kondisi keamanan yang tidak stabil dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta menghambat pelaksanaan pembangunan dan pelayanan pemerintah.
Karena itu, Nikolas mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, sementara pemerintah dapat memberikan pelayanan serta melaksanakan pembangunan secara optimal.
“Keamanan merupakan hal yang sangat penting. Kalau situasi tidak aman, tentu masyarakat yang akan merasakan dampaknya dan pembangunan juga bisa terganggu,” katanya.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nikolas menilai program tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memang terus mengembangkan tata kelola MBG, termasuk untuk wilayah terpencil, dengan tujuan memperluas jangkauan dan memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan secara terstruktur.
Nikolas berpandangan bahwa perbedaan pendapat terhadap program pemerintah merupakan hal yang dapat disampaikan oleh masyarakat. Namun, menurutnya, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara tertib sehingga tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau ada perbedaan pendapat, silakan disampaikan dengan cara yang baik dan tertib. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat justru terganggu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nikolas mengajak masyarakat Waropen untuk bersama-sama menjaga keamanan, mendukung pembangunan, serta memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pertanian tidak hanya dapat menjadi sumber pangan bagi masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan peluang ekonomi baru apabila dikelola secara baik.
Ia berharap masyarakat adat dan seluruh masyarakat Waropen dapat mengambil bagian dalam pembangunan dengan memanfaatkan potensi daerah yang tersedia, tetap menjaga persatuan, serta membangun kerja sama antara masyarakat dan pemerintah.
“Potensi daerah harus kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Pertanian harus kita lihat bukan hanya sebagai sumber makanan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri bagi generasi mendatang,” pungkas Nikolas Ramandei.


