BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

"No Rocky, No Problem": Oposisi Mati Kutu, Kritik Sosial Kini Dikandangkan di Dalam Istana


JAKARTA, SuaraIndonesia1.com — Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) resmi diterbitkan dan menyita perhatian publik. Sebanyak 25 nama anggota Wantimpres dilantik hari ini, dan salah satu yang mencuri sorotan adalah pengamat politik sekaligus akademisi kontroversial, Rocky Gerung.


Masuknya figur yang selama ini dikenal sebagai "suara rakyat" dan kerap berada di luar lingkaran kekuasaan itu langsung menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Keputusan tersebut dinilai berbanding lurus dengan menurunnya angka kepercayaan masyarakat terhadap para aktivis yang selama ini konsisten mengambil posisi kritis di luar pemerintahan.


Menanggapi dinamika politik ini, akademisi sekaligus pengamat politik Nandar Suleman memberikan pandangan kritisnya. Menurut Nandar, bergabungnya Rocky Gerung ke dalam gerbong pemerintahan Prabowo-Gibran berdampak langsung pada semakin berkurangnya jumlah figur aktivis yang memegang peran oposisi atau bersikap kritis secara independen di ruang publik.


Lebih lanjut, Nandar menilai fenomena ini menunjukkan betapa mudahnya integritas seorang tokoh mengalami pergeseran akibat tarikan kepentingan politik praktis. Kehadiran tokoh oposisi di dalam struktur kekuasaan dikhawatirkan mengubah peta kritik sosial, sehingga memunculkan pesimisme tersendiri di kalangan masyarakat yang selama ini mengandalkan suara independen dari luar istana.


Rep: JO

« PREV
NEXT »