BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Pecah Kebuntuan Satu Dekade, KOHATI Cabang Gorontalo Tegaskan Kemandirian Gelar LKK 2026


Sepuluh kader perintis menjadi penanda bangkitnya kembali perkaderan HMI-Wati tingkat lanjut di Gorontalo


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Setelah hampir satu dekade tanpa forum perkaderan lanjutan, Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Gorontalo akhirnya kembali menggelar Latihan Khusus KOHATI (LKK) pada tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Mardhatilla Azzahra Selaku Ketua Umum Kohati Cabang Gorontalo dan seluruh pengurus KOHATI Cabang Gorontalo periode 2025-2026, forum ini menghadirkan sepuluh peserta yang kini tercatat sebagai angkatan perintis kebangkitan perkaderan HMI-Wati tingkat lanjut di daerah ini.


Pelaksanaan LKK tahun ini menjadi tonggak penting. Sudah hampir sepuluh tahun tidak ada satu pun LKK yang berhasil dihelat di Cabang Gorontalo. Kekosongan panjang tersebut membuat rantai perkaderan HMI-Wati sempat terputus, hingga sebagian besar kader tidak lagi memiliki gambaran konkret tentang apa dan bagaimana sebuah forum LKK berlangsung.


Jalan menuju terselenggaranya LKK 2026 pun tidak lapang. Agenda ini sempat beberapa kali tertunda karena panitia awalnya merencanakan pelaksanaannya bersamaan dengan Training Raya bersama HMI Cabang Gorontalo. Namun, kepastian rencana kolaborasi tersebut tak kunjung menemui titik terang, sementara antusiasme kader mulai meredup akibat jadwal yang terus terkatung-katung.


Menyikapi kondisi itu, KOHATI Cabang Gorontalo mengambil sikap tegas untuk melangkah secara mandiri. LKK 2026 tetap dilaksanakan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Bagi pengurus, menunggu lebih lama sama artinya dengan membiarkan semangat kader padam perlahan. Melaksanakan LKK sesuai jadwal dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap militansi para kader yang telah lama menanti ruang belajar tersebut.


LKK ini bukan sekadar agenda rutin. Ia adalah kerinduan yang tertahan hampir sepuluh tahun sekaligus tanggung jawab moral yang harus ditunaikan. Perkaderan KOHATI, menurut pengurus, tidak boleh lumpuh hanya karena bergantung pada agenda pihak lain.


Pelaksanaan forum ini sempat menuai kritik, terutama terkait jumlah peserta yang hanya sepuluh orang setelah melwati seleksi Administrasi awal dan Screening Test serta waktu persiapan yang dinilai terburu-buru. Pengurus KOHATI Cabang Gorontalo menilai kritik tersebut wajar, namun perlu dibaca dalam konteks yang utuh, tidak semata dari sisi kuantitas.


Dalam situasi rantai perkaderan yang terputus hampir satu dekade, menghadirkan sepuluh kader yang siap, berani, dan bersedia menjadi bagian dari sejarah LKK Cabang Gorontalo bukanlah perkara mudah. Kesepuluh peserta inilah yang diharapkan menjadi angkatan perintis, pemutus mata rantai kebekuan, sekaligus penggerak bagi angkatan-angkatan LKK berikutnya.


LKK 2026 di Gorontalo tidak diukur dari kemeriahan Ceremony atau banyaknya peserta di ruang kelas, melainkan dari keberanian merawat keberlangsungan organisasi. Keputusan untuk berdiri di atas kaki sendiri menegaskan bahwa KOHATI Cabang Gorontalo bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan motor penggerak yang memiliki independensi, daya tahan, dan komitmen utuh terhadap masa depan perkaderan.


Sepuluh kader yang hadir tahun ini menjadi fondasi sejarah baru, sekaligus saksi bahwa ketika niat menjaga perkaderan diuji, KOHATI Cabang Gorontalo memilih untuk bergerak dan tidak menyerah pada keadaan.


Rep: JO

« PREV
NEXT »