GORONTALO, SuaraIndonesia1.com — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil bagian dalam kolaborasi riset internasional Indonesia dan Australia melalui program Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi, kelompok riset Net Zero (NZ) 2.5 (Waste Management) selama 2 tahun (2025-2027).
Hasil penelitian Tahun Pertama telah didiseminasikan dan rekomendasinya disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai impact partner dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi pada Jumat, 9 Oktober 2026.
UNG berkontribusi melalui Dr. Raghel Yunginger, M.Si., sebagai peneliti, bersama Rezkiawan Tantawi, S.E., M.M., sebagai Research Assistant, dan coordinator tim ini Bapak Dr. Irwan Ridwan Rahim dari Universitas Hasanuddin. Keduanya menjadi bagian dari tim riset internasional yang mengkaji pengelolaan limbah plastik sekali pakai di fasilitas Kesehatan. Melalui PAIR Sulawesi NZ 2.5, UNG berkontribusi dalam jaringan penelitian internasional dengan membawa pemahaman atas karakteristik lokasi dan kemitraan di Gorontalo. Diseminasi dan penyampaian rekomendasi membuka ruang tindak lanjut bersama pemerintah daerah untuk mendukung pengelolaan limbah fasilitas kesehatan dan perlindungan kawasan pesisir dari pencemaran sampah.
Tim peneliti UNG memegang peranan penting melalui penguasaan karakteristik lokasi penelitian serta sinkronisasi kemitraan dengan impact partner di Gorontalo. Pemahaman terhadap kondisi setempat membantu tim menghubungkan metodologi penelitian dengan konteks daerah. Peran ini juga mendukung penyelarasan komunikasi dan kerja sama dengan mitra agar rekomendasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Penelitian NZ 2.5 dilaksanakan dalam program PAIR Sulawesi yang didanai bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Pendanaan dari Indonesia didukung oleh Kemendiktisaintek melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sedangkan pendanaan dari Australia berasal dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Dukungan pendanaan bilateral ini menunjang kolaborasi peneliti dari kedua negara dalam pelaksanaan riset.
Cakupan penelitian meliputi Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, serta Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Kepulauan Bunaken. Perhatian terhadap wilayah pesisir dan kepulauan menjadi bagian penting dalam riset ini karena kawasan tersebut perlu dilindungi dari pencemaran sampah. Pengelolaan limbah fasilitas kesehatan yang aman dan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pesisir dan laut.
Kolaborasi Peneliti dari Indonesia selain UNG adalah UNHAS, UNSRAT, dan Institut Teknologi Kalimantan. Sedangkan dari Australia adalah Prof. Bronwyn Laycock dan Dr. Clement Chan dari University of Queensland, serta Catherine O'Shea dan Sherah Kurnia dari University of Melbourne. Melalui kolaborasi riset ini, pengelolaan limbah medis dan nonmedis mendapat perhatian sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan. Pengelolaan yang aman dan berkelanjutan diperlukan untuk mencegah pencemaran lingkungan serta mengurangi risiko dampaknya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem pesisir dan laut.
Diseminasi menjadi ruang penyampaian hasil kajian dan rekomendasi kepada pemerintah daerah. Sementara itu, monitoring dan evaluasi memberi kesempatan bagi tim penelitian dan lembaga pendukung untuk meninjau pelaksanaan riset serta mendiskusikan keterkaitan luarannya dengan kebutuhan mitra.
Impact partner yang terlibat meliputi Bappeda Provinsi Gorontalo, Bapperida Kabupaten Gorontalo, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Biluhu, serta Pemerintah Kecamatan Biluhu. Para mitra menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi riset dan apresiasi serta terima kasih kepada tim PAIR Sulawesi NZ 2.5. Dukungan tersebut menjadi dasar untuk keberlanjutan riset pada skala pengembangan yang berdampak terhadap pengelolaan limbah fasilitas kesehatan.
Rep: JO


