BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

GLOBAL

internasional

Apresiasi Pemerintah Kota Bitung di Sektor Pertanian Bersama KUB Gempita





WWW.SKRINEWS.COM- Bitung. Wakil walikota bitung sangat mengapresiasi langkah maju oleh Usaha Tani Gempita dalam menunjang perekonomian Kota Bitung khususnya di sektor pertanian

Bentuk apresiasi tersebut terefleksikan dalam acara gelar penanaman perdana pada lahan seluas 2 hektar bersama Kelompok Usaha Bersama ( KUB ) Usaha Tani Gempita pada selasa(05/12/2017) kemarin 

Oleh koordinator KUB menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui kementerian pertanian bertujuan untuk menjadikan kelembagaan ekonomi   petani berjalan sesuai yang diharapkan. Dalam penyampaian tersebut juga ditambahkan bahwa tiga rangkaian kegiatan KUB Usaha Tani Gempita sudah selesai dilaksanakan, dimana ditutup dengan penanaman perdana dilahan percontohan

" Tanam perdana ini rangkaian kegiatan KUB dimana sudah dilalui dua kali rembug dan ditutup dengan temu usaha dimana menghadirkan salah satu pihak perbankan. Selain itu lahan ini hanya salah satu lahan diantara 40 hektar lahan yang dipersiapkan KUB untuk ditanami jagung sebagai upaya mengawal swasembada pangan yang dicanangkan Menteri Pertanian," jelas Arham.

Salah satu bentuk apresiasi oleh Wakil Walikota Bitung terhadap Program yang di jalankan oleh KUB Gempita adalah mampu membangunkan kembali lahan tidur yang kemudian menjadi produktif

 " Pemerintah Kota Bitung dalam hal ini saya dan bapak Wali Kota juga konsen terus mengembangkan pertanian. Dan sesuai data, kota Bitung yang awalnya hanya punya lahan sekitar ratusan hektar untuk komoditas jagung, saat ini sudah ada 3000 hektar lahan jagung yang semuanya sudah menghasilkan. Semoga kedepan dengan hadirnya Gempita, jumlah lahan jagung semakin besar," ujar Maurits Mantiri



Reporter : Tzr

Komunitas Yamaha NMax Club Indonesia seKota Bitung Akan Gelar Dana Bhakti Sosial ke Panti Asuhan



SKRINEWS.COM-Bitung, Komunitas YNCI ( Yamaha NMax Club Indonesia )sekota Bitung sedianya nanti akan melaksanakan Sosialisasi Dana Bhakti ke beberapa panti asuhan, hal ini tercetus dalam pertemuan rutin para anggota YNCI di salah satu cafe di seputaran kelurahan Kadoodan Kota Bitung

YNCI yang  berdiri di Kota Bitung sejak  30 maret 2017 dan dipimpin langsung secara nasional oleh  Bpk Yudi sebagai Ketua mempunyai program rutin yang mana salah satunya yakni mengadakan pertemuan rutin setiap rabu malam dengan harapan tentunya mempererat tali silaturahmi dan persahabatan di antara setiap anggotanya

Sosialisasi Dana Bhakti ke panti asuhan rencananya akan di laksanakan  pada hari minggu tgl 10-12-2017 nanti, kepada panti asuhan yang dituju nanti akan diberikan  Sembako sebagai rasa solidaritas terhadap sesama dan hal ini juga sudah menjadi bagian dari program rutin tahunan bagi YNCI

Anggak Sinaga sebagai Ketua YNCI sekota bitung  berujar " harapannya agar bersilaturahmi sesama pengguna yamaha Nmax sekota Bitung maupun pengguna kendaraan lain di jalanan, kita sebagai pelopor keselamatan dan menjadi contoh bagi pengguna jalan lain, dan YNCI Bitung selalu membawa nama kota Bitung  baik itu pariwisatanya ketika keluar daerah pada saat touring. Dan juga kita akan melatih skiil dalam membawa kendaraan d jalanan selalu keep safety riding " 

Ditambahkan oleh Angga " agar kita di YNCI bitung selalu mengedepankan keselamatan di jalanan dan menjadi pelopor dan contoh bagi pengguna jalan lainnya, dan tetap kompak dan solid menjalin tali persaudaraan kita " pungkasnya

Hingga saat ini YNCI sudah beranggotakan kurang lebih 150 cabang di seluruh kabupaten/ kota se indonesia dengan total kurang lebih 20.000 anggotanya

Reporter : Romy A
Editor      : Tzr

PBNU DAN KEMENPORA BERKERJASAMA MELAKUKAN, PELATIHAN PELOPOR REVITALISASI, UNTUK BENTENG KEDAULATAN  NKRI..


Skrinews.com. Bitung- Pemuda remaja Mesjid se kota bitung mengikuti, perserta pelatihan pelopor tahun 2017, yang  diprogramkan oleh Ta'mir mesjid, PBNU berkerja sama dengan Kemenpora,

Bertempat di kementrian Agama kota bitung manembo nembo selasa.Tgl.05-12/ 2017

Yang dihadiri kementerian agama, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, Ketua NU, kota bitung Bpk Ridwan samu, ketua IPNU, Bpk Ramlan huntua, ketua DMI, Bpk yusuf sultan, SH. Dan ketua Pemuda GP ANSHOR sahabat fauzi bachdar, Ketua LTM PBNU, Mansyur Sairozi, dan, KH. Ali sobirin.

Sehubungan pelaksanaan acara kepeloporan pemuda dalam membentuk revitalisasi, peran dan fungsi Mesjid, sebagai benteng kedaulatan NKRI, agar bangsa ini terlahir pemuda muslim yang berjiwa nasionalisme,


Ketua Pemuda GP ANSHOR fauzi, menyatakan yakni mengingatkan kepada Peserta Pelatihan Penggerak Masjid tentang keberadaan Masjid-Masjid yang berkultur Nahdlatul Ulama, sudah mulai dikuasai oleh kelompok-kelompok lain,

Kelompok yang melakukan pengambilan Masjid NU menggunakan strategi yang matang, Dari mulai menjadi tukang sapu Masjid, tukang adzan, menjadi imam, sampai menjadi pengurus Masjid" tsb.


"Anehnya, masyarakat tidak mempersoalkan, ini karena bisa jadi pemahaman masyarakat (tidak mengerti),


Oleh karena itu,kepada peserta yang mengikuti pelatihan agar lebih mengaktifkan dan menyemarakkan masjid untuk mencegah pengambilan Masjid-Masjid oleh kelompok-Kelompok lain.

Demi menjaga NKRI maka kita wajib menjaga Masjid dari faham2 Radikalisme,

Sayyidina Ali  berkata:
Kebenaran yg tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebathilan yg terorganisir. Maka demikianlah pentingnya organisasi masyarakat (civil society)
( Dari Rumah-Nya, kita Makmurkan Bumi-Nya, kata' fauzi bachdar.

( jemmy i)

KAPOLSEK CILEDUG SAMBANG DAN BERSILLATURRAHMI KE TOKOH AGAMA

Skrinews - CILEDUG , Senin 04 Desember 2017. 13.30 wib.
 Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto SH melaksanakan kegiatan Sambang dan Sillahturrahmi kepada Tokoh tokoh agama bertemu dengan Bp. Habib Jindan Novel , Habib Mussa Alkadzim Assegaf , 
Di Pondok pesantren Al - Fahcriya jl prov.Dr. Hamka Rt.04/01 Kelurahan larangan selatan Kec larangan.

Dalam Sillaturrahmi tersebut , Kapolsek Ciledug
Kompol Supiyanto SH
Menyampaikan Kegiatan Agama yang akhir akhir ini sering kali di simpangkan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab , yang mengakibatkan banyaknya Masyarkat tersesat karna ketidak tahuannya .

Oleh karna itu Kapolsek Pengemban HARKAMTIBMAS berkewajiban , mengajak Baik Tokoh Agama , Tokoh Masyarakat Maupun Tokoh Pemuda untuk bersama sama Menggalang Masyarakat agar tidak Mengikuti ajaran ajaran yang menyimpang dan tidak dapat di pertanggung Jawabkan .

Di samping itu Kapolsek , Menyampaikan Kenakalan Remaja dan anak anak sekolah yang sudah sangat Memprihatinkan, dalam Kesempatan ini Kapolsek Mengajak Pula Seluruh Lapisan Masyarakat untuk dapat saling Bahu Membahu menjaga Anak anak kita agar tidak terjerumus ke jalan yang Salah , baik itu Masalah Tawuran , Narkoba dll.
Ujar Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto SH Menutup Sillaturrahmi pada Tokoh tokoh Masyarakat.

Humas Polsek Ciledug.
Editor:Awd

KAPOLSEK CILEDUG TERJUN LANGSUNG MENANGANI ANAK TENGGELAM DI SUNGAI ANGKE

Skrinews - CILEDUG, senin 4 Desember 2017 .
Kapolsek Ciledug Kompol *Supiyanto SH* Langsung mendatangi TKP Anak tenggelam di kali angke pada hari  ini Senin tanggal 4 desember 2017 Jam 07.00 wib tela temukan jenasah korban tenggelan di kali angke samping perumahan pinang gria kec. Pinang sebelah kanan perumahan ciledug indah 2 kec. Karang trngah.
KORBAN. (meninggal dunia) bernama : Nurfata Rizki bin Edi Sugito.
Umur 8 tahun Islam ,pelajar Alamat jalam Masjid Rt.05/06 kelurahan Sudimara pinang kec. Pinang.

Adapun kejadian tersebut
Berawal Pada hari minggu tanggal 3 Desember 2017 jam 17.00 wib .
korban bersama sama temannya mandi di kali Angke sudimara pinang rt01/01 kelurahan pinang dan disaat mandi korban tenggelam dan terseret/ terbawa arus air sungai yang pada saat itu cukup deras sehingga teman temannya tidak berhasil menolong.

Kemudian pada hari senin tanggal 4 desember 2017 sekitar jam 07.00 wib korban/ mayat tersebut  diketemukan oleh petugaa Kepolisian polsek ciledug dibantu oleh masyarakat setempat dan para relawan sudah mengambang dan tidak berwanya lagi.

Kemudian Kapolsek Ciledug,
Mengevakuasi jenazah dari kali angke, dan di bantu Masyarakat setempat.
Untuk membawa membawa jenasah keRumah sakit Umum untuk dimintakan VER (Visum Et Revertum).
Langkah selanjutnya Kapolsek bersama anggota ,
mencari saksi saksi,
Menghubungi keluarga
Korban.

Dengan adanya kejadian tersebut Kapolsek Ciledug ,Selaku Penanggung jawab Melaporkan ke Pimpinan yang lebih tinggi ,sebagai pertanggung Jawaban Tugas.

Humas polsek Ciledug
Editor:Awd

KAPOLSEK CILEDUG MEMIMPIN APEL PAGI DAN DILANJUTKAN DENGAN SERAH TERIMA TUGAS

Skrinews - CILEDUG,
Senin 04 Desember 2017.
Dalam Apel Kali ini   Kapolsek Ciledug Kompol SUPIYANTO SH. mengupas masalah tugas  dan MeMotivasi  pada anggota yang mempunyai Desikasi dalam membantu tugas tugas yang di embannya .

Kemudian Kapolsek menyampaikan masalah tugas Pengaturan arus Lalu Lintas di jalan yang sudah menjadi kewajiban dan harus di  laksanakan  , oleh semua anggota , untuk ikut serta dalam pelaksanaan tugas tersebut  dan  melaporkan setiap kegiatannya agar di tindak lanjuti dan di Laporkan ke Pimpinan dalam hal ini Kapolsek selaku Penanggung jawab di Wilayah Hukum Polsek Ciledug ,

Setelah itu Kapolsek menyampaikan agar anggota lebih giat lagi membuat laporan kegiatan , ini di lakukan sebagai tanggung jawab kita ,atas pelaksanaan tugas yang merupakan kewajiban kita sebagai anggota Polri.

Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto SH, berharap selama Kepemimpinannya ada perubahan , baik dari Personil maupun lainnya ,
Agar Disiplin anggota dalam melaksanakan apel dan tugas tugas di lapangan , ini perlu di laksanakan dan perlu di tingkatkan dari yang sebelumnya  , serta membantu dari  semua rangkaian kegiatan yang melibatkan kapolsek sehingga kita dapat saling membantu dan hasilnya di laporkan , sesuai kinerja kita dan dapat memberikan yang terbaik pada Masyarakat .
Dan Saya berharap semua fungsi dapat bekerja sama saling bahu membahu untuk kepentingan Instasi kita.
*Mari kita bekerja dan bekerja Sesuai aturan yang sudah di terapkan*.
"Ujar Kapolsek Ciledug "menutup Apel Pagi.

Humas polsek Ciledug
Editor:Awd

KAPOLSEK CILEDUG SAMBANG TOKOH MASYARAKAT

Skrinews - Tangerang, Sabtu tanggal 2 desember 2017, 08.00 wib Kapolsek CiledugKompol  Supiyanto.SH melaksanakan giat Sambamg tokoh Masyarakat Bapak Aman Alfarzi 01/10 kelurahan karang mulya kecamatan karang tengah
Kapolsek di dalam pertemuannya  memberikan pesan pesan Kamtibmas antara
Lain,
agar tetap menjaga ukuwah islamiah sesama tetangga  tetangga keluarga dan lingkungannya sehingga hidup penuh dengan kebersamaan dan saling toleransi.
jangan  mudah terprovokasi dengan berita berita hoax atau media online .massa yang rencana  pada hari sabtu tgl 2 desember 2017 ormas islam yg rencana akan berangkat ke jakarta/ monas dalam rangka kongres dan peringatan Maulid nabi Muhammad saw.
Apabila warganya ada yang ikut giat tersebut ke Monas dengan menggunakan sepeda motor tetap ikuti aturan lalu lintas dan tertib lalu lintas.

Kapolsek Ciledug
Kompol.Supiyanto.Sh

Editor:Awd

EMPAT PILAR DEMOKRASI, HANYA PERS YANG MASIH SEHAT. Kredibilitas, Kapabilitas dan Fungsi Sosial Kontrol

SKRINEWS - Mengutip tulisan bangsawan dan pemikir Swiss Benyamin Constant(1767-1834) "Dengan surat kabar kadang muncul kericuhan, tapi tanpa surat akan selalu muncul penindasan" mengingatkan bahwa demokrasi tidak dapat berdiri tegak tanpa memiliki empat pilar. Pilar legislatif sebagai fungsi aspirasi rakyat, eksekutif sebagai fungsi pemerintahan, yudikatif dan pers sebagai fungsi civil society. Ada beberapa statemen dilontarkan sebagai upaya pembelokan persepsi pilar ke dasar Negara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Upaya penolakan terselubung adagium pers sebagai sosial kontrol masyarakat.

Adagium pers sebagai pilar demokrasi keempat (the fourth estate) merupakan sebuah faktual yang tidak dapat dipungkiri.

Mengutip pembicaraan H. Moh. Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstusi/MK) mengenai 4 pilar demokrasi, H. Moh. Mahfud MD menggambarkan unsur legislatif, eksekutif dan yudikatif di Indonesia sedang sakit.

"Legislatif sedang sakit. Terjadi transaksi politik yang tidak kredibel. Aspirasi yang kita salurkan ke legislatif kebanyakan digoreng dan dijual untuk kepentingan politik," ujarnya. Namun, bagaimana pun sakitnya unsur legislatif harus tetap ada dan dihormati. Kalau legislatif tidak ada maka demokrasi tak akan bisa dibangun.

"Kondisi eksekutif juga dilanda sakit. Dari tingkat pusat hingga daerah. Maraknya praktik KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), feodalisme sampai transaksi politik. "Kita (Indonesia, Red) belum mampu bergerak lebih bersih dan bebas KKN. Saya sering ke daerah dan mendapatkan pengakuan masyarakat bahwa sekarang masih sama seperti zaman orde baru," ujar Mahfud.

Yudikatif menurut Mahfud, lebih "gila" lagi. "Lembaga peradilan seperti tempat jual-beli perkara, meskipun telah ada upaya untuk memperbaikinya. Kalau kita lihat laporan ICW dan tindakan MA yang menjatuhkan sanksi kepada para hakim, itu membuktikan bahwa dalam 10 tahun terakhir ini yudikatif kita masih sakit," ujarnya.

Mahfud kemudian menyatakan sesunguhnya terdapat empatpilar demokrasi yakni legislatif, eksekutif, yudikatif dan pers dalam perannya sebagai civil society. Dari empat pilar itu, Mahfud meragukan kredibilitas ketiga pilar dan hanya mempercayai pers. Meskipun ia merupakan bagian lembaga yudikatif (Mahkamah Konstitusi).

Pers dimata Mahfud MD, masih sebagai lembaga publik yang tetap memegang teguh kebenaran, dan pers yang dapat diandalkan untuk mengobati ketiga pilar demokrasi yang sedang sakit itu. "Itu sebabnya kalau kunjungan ke daerah-daerah, saya selalu menyempatkan diri ke media massa karena saya percaya pers masih bersih, meskipun ada sedikit yang nakal tetapi masih bisa diperbaiki," ujarnya.

Pada masa orde baru, media elektronik belum secanggih sekarang. Banyak informasi tertutup bagi masyarakat. Penerbitan surat kabar dibatasi. Kebanyakan surat kabar masa itu hanya merupakan 'corong' pemerintah. Kontrol koordinasi dan distribusi merupakan hak penuh pemerintah dengan label Departemen Penerangan. Bila ada tulisan yang agak menusuk sedikit, tanpa ampun pemerintah akan membreidel media massa tersebut.

Pada masa reformasi keadaan berubah. Saat ini, kebijakan mengenai media massa sudah bukan merupakan hak absolut pemerintah. Pembubaran Departemen Penerangan oleh Gus Dur menjadi sebuah bagian penting terjadinya reformasi berita.

Euphoria terjadi. Media massa bermunculan bak cendawan dimusim hujan. Segala warna segala rupa, segala kwalitas dan segala cara. Ada media harian yang harus peras dana karena tuntutan cetak setiap hari tanpa peduli ada yang membaca atau tidak. Media mingguan, dua mingguan atau bulanan dengan penerbitan rutin. Ada pula media yang terbit hanya 'pada saat diperlukan' (pada saat ada kasus). Berbarengan pula dengan munculnya insan pers.

Bila dulu wartawan harus memiliki latar belakang pendidikan, standar referensi tulisan, spesifikasi pengalaman atau memiliki akses ke jaringan. Kini muncul banyak pewarta dengan ragam kriteria/karakter. Ditambah pula mudahnya mendapatkan kartu dengan label pers pada beberapa media. Ada yang tetap teguh berkonsistensi, idealis murni, idealis realistis sampai 'idealisme oportunistis'. Kemerdekaan pers mulai dikotori oleh wartawan tanpa kredibiltas dan kapabilitas. Banyak istilah bermunculan seperti wartawan CNN (Cuma Nanya-Nanya), WTS (Wartawan Tanpa Surat Kabar) sampai istilah tentara 'lapan enam' yang berarti aman terkendali sudah berubah persepsi. Tetapi, masih banyak rekan pers sejati yang harus mengorbankan nyawa seperti rekan kita AWO yang terbunuh di Nanggroe Aceh Darussalam, di Merauke, wartawan yang diancam akan dibunuh karena meliput pabrik di Tangerang dan masih banyak lagi.

Janganlah akhirnya kita juga menjadi bagian pilar yang sakit. Insan pers sejati tentunya tidak akan pernah mau membiarkan keadaan akan berlanjut sampai ke arah kehilangan kepercayaan publik. Pers harus mampu menjaga kredibilitas, menjaga norma-norma sesuai dengan etika. Harus mampu menggapai kapabilitas dengan terus mengasah diri sehingga semakin. Pers harus mampu tetap tegak menyangga pilar demokrasi. Mengawasi segala macam ketimpangan mencegah terjadinya penindasan, pembodohan masyarakat, mampu menjaga kepercayaan dan menyuarakan kebenaran.

Biarlah kita tetap menjadi salah satu tiang penyangga tegaknya demokrasi di muka bumi Indonesia ini. Jangan berubah dan jangan pula insan pers yang membuatnya berubah. Tidak akan banyak uang 'bensin' yang masuk ke kantong kita tetapi kita mendapat pengakuan atas fungsi sosial kontrol. Bukan dari pejabat, bukan dari anggota dewan terhormat tapi dari masyarakat. Pedoman pelaksanaan jurnalis : 1. Pasal 28 UUD 1945 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang, 2. UURI No. 40 tahun 1999 Pers, 2. UURI No. 14 tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik, 3. Kode Etik Jurnalis.

(ABDUL WAHID P DIKO)
Sumber

Oknum Staff Kelurahan Memiting Leher Seorang Jurnalis Media Online Saat Melakukan Peliputan

.

Skrinews.com, Jakarta- Pengusiran terhadap seorang wartawan media online dradioqu.com kembali terjadi. Dimana Insident yang melucuti profesi wartawan ini terulang di kawasan Tangerang Selatan, tepatnya di dalam Kantor

Kelurahan Pondok Kacang Timur.
Awal kejadian sekitar pukul 11.00 wib, 30 November 2017, pada saat wartawan yang sekaligus kepala biro pemberitaan dradioqu.com  (sebut R) ingin melakukan konfirmasi terkait laporan dari beberapa warga terntang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap  (PTSL) yang di duga dikenakan biaya Rp. 3Jt per pendaftar.

Berawal pengakuan dari wartawan berinisial R, dirinya bersama rekan media online lainnya, sebut A yang juga dari media Postnews.co.id ingin mencoba mencari kebenaran sumber terkait PTSL ke Lurah maupun Sekel. Namun jutrus malah sebaliknya yang di dapatkan hingga harus berhimbas pada Intimidasi terhadap Wartawan.

Sebagai kontrol sosial publik, profesi wartawan semakin di desak dijadikan bulan – bulanan oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan.

Berdasarkan Undang-Undang Pers No.40 Th 1999 Pasal 18 Ayat 1 dan Pasal 4 Ayat 12, bahwa ‘Setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalagi pelaksanaan tugas Pers Nasional dipidana dengan kurungan penjara selama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,-  (Lima Ratus Juta Rupiah).’

“Saya bertanya pada staff kelurahan tersebut mana pak lurah dia menjawab tidak ada, saya tanya lagi lalu sekel mana juga tidak ada dan kasie pemerintahan mana juga tidak ada, lalu siapa yang bisa kami konfirmasi,” ungkapnya.

“Tugas kami adalah mengkonfirmasi kebenaran, bukan mencari permusuhan dan membongkar bobrok instansi aparatur kelurahan.” ucap R pada media.

Ia mengatakan, munculnya chaos lantaran adanya arogansi pihak oknum kelurahan hingga harus terjadi adu mulut dan memancing emosial. “Ia (oknum staft kelurahan) kepada saya dengan keras bicara bahwa dirinya tidak takut dan banyak wartawan yang bersahabat dengannya.” jelas R.

Bukan hanya sampai disituh, lanjut R (wartawan), dirinya ditarik dan di piting lehernya bahkan sampai ada suara keras untuk duel dilapangan Kelurahan. “Oknum staft Kelurahan memiting leher saya, menarik saya dan mengajak duel dengan saya.

Dia lakukan hal itu didepan orang banyak dan didepan temen temen wartawan yang ada di Kelurahan.” papar R.

Insident yang hampir menjadi tragedi memalukan itu sempat diredam oleh Hasbullah selaku Kasi di Kelurahan Pondok Kacang Timur.
Namun sayangnya, wartawan R dan temannya A sudah diperintahkan balik kanan oleh pimpinan redaksinya setelah beberapa menit kejadian.

R pun menuturkan, saya sempat menghubungi pimred saya dan kami diminta balik kanan untuk menghindari bentrokan fisik.

Penyelesaian konflik tersebutpun berlangsung setelah pimpinan redaksi dari 2 media online yang di dampingi sekretaris executive Majelis Pers mendatangi kediaman Lurah dan diarahkan ke Hasbullah sebagai Kasi Kelurahannya.

Meski sudah terjadi kesepakatan permintaan maaf dari Hasbullah, namun pihak wartawan R dan A masih menunggu itikad baik dari oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur untuk meminta maaf secara tertulis dan tentunya ada sanksi – sanksi proses hukum yang harus dijalaninya.

Sebagai fungsinya, Opan selaku Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dan juga sebagai Sekretaris Executive Majelis Pers menegaskan, meski sudah adanya permintaan maaf yang diwakili Hasbullah ke wartawan R dan A, namun proses hukum tetap akan ditempuhnya untuk oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur sebagai efek jera.

“Profesi kami bukan profesi kacangan, kami adalah product etika dan sebagai kontrol sosial yang menjadi satu bagian dari pilar ke 4 (empat). Jadi ini akan menjadi pelajaran berharga bagi para oknum dan pelaku yang dengan sengaja melakukan diskriminasi, tindak kekerasan dan penghinaan terhadap profesi wartawan.” ancam Opan.

Editor:Awd

PENGARAHAN KAPOLSEK CILEDUG KEPADA JAMA'AH YANG AKAN BERANGKAT MENGKUTI KONGRES 212 DI MONAS

Skrinews - Ciledug, 2 Desember 2017,
Sudah menjadi Kewajiban bagi Seorang Polisi untuk memberikan arahan arahan kepada Masyarakat yang akan melaksanakan suatu kegiatan baik secara Formil maupun Non Formil , ini di lakukan untuk Mengajak agar Masyarakat tersebut patuh dan Ta'at pada Peraturan yang sudah di tetapkan oleh Hukum di negara kita ini, sehingga tidak terjadi Miss Comunication antara Masyarakat dan Polisi.

Kapolsek Ciledug Kompol *SUPIYANTO SH* Mendapat amanah dari Pimpinan , untuk mengawal semua kegiatan kegiatan Masyarakat di Wilayah Hukum yang di Embannya.

Kapolsek Ciledug Kompol *Supiyanto SH*, yang kesehariannya sangat sederhana ini selalu membaur baik kepada sesama Anggota Maupun kepada Masyarakat , Beliau selalu menerapkan , *3S* (Senyum,Salam,Sapa), Hal inilah yang membuat Beliau lebih Cepat di Kenal Oleh Masyarakat , Khususnya Masyarakat Wilayah Hukum Polsek Ciledug.

Kapolsek Ciledug , berharap selama Kepemimpinannya menjadi Insan Yang Amanah dan Istiqomah dalam menjalankan tugas yang di embannya .

*Semoga Allah SWT Meridhoi Amanah yang di Percayakan kepada Saya* Ujar Kapolsek usai memberi Pengarahan.

Humas Polsek Ciledug
Editor:Awd

POLSEK CILEDUG MELAKSANAKAN GELAR APEL PASUKAN WASPADA 1 DALAM RANGKA PENGAMANAN KONGRES ALUMNI 212 DI MONAS

Skrinews - CILEDUG , Sabtu 02 Desember 2017,Jam 06.00.wib.
Kapolsek Ciledug Kompol *Supiyanto SH*Memimpin *Apel Gelar Pasukan Waspada 1* hari kedua dalam Rangka Kongres Alumni 212 di Monumen Nasioanal (Monas).Jakarta Pusat .

Dalam Apel tersebut yang di hadiri oleh seluruh Perwira Polsek Ciledug dan 40 pers.yang di kerahkan untuk Mengamankan titik titik Rawan , di harapkan dapat memberi Kontribusi yang dapat membantu Kelancaran baik dalam segi Lalu Lintas maupun segi Pengamanan lainnya.

Kapolsek Ciledug Kompol *Supiyanto SH*, Terjun Langsung ke Lapangan bersama Perwira Lainnya untuk mengontrol dan memberikan arahan arahan kepada anggota yang sudah menempati titik titik rawan yang sudah Terploting oleh beliau .

Kapolsek Ciledug dan Seluruh Jajarannya berharap situasi seperti ini , dapat di kendalikan dengan baik dan dapat memberikan Rasa Aman serta Nyaman kepada Masyarakat sehingga tercipta situasi yang Kondusif dan Harmonis .

Dalam Mengawali tugas Kapolsek Ciledug Selalu mendahului dengan Membaca Doa , berharap Situasi Aman dan terkendali.

Humas Polsek Ciledug
Editor:Awd

Hasil Drawing Piala Dunia 2018


Skrinews - Moskow,
Selesai sudah pengundian fase grup Piala Dunia 2018. Sebanyak 32 negara akan bersaing untuk memperebutkan status terbaik dunia di Rusia.

Berikut adalah hasil lengkap undian babak grup Piala Dunia 2018

Grup A
Rusia
Arab Saudi
Mesir
Uruguay

Grup B
Portugal
Spanyol
Maroko
Iran

Grup C
Prancis
Australia
Peru
Denmark

Grup D
Argentina
Islandia
Krosia
Nigeria

Grup E
Brasil
Swiss
Kosta Rika
Serbia

Grup F
Jerman
Meksiko
Swedia
Korea Selatan

Grup G
Belgia
Panama
Tunisia
Inggris

Grup H
Polandia
Senegal
Kolombia
Jepang .

Penulis: Ridwan Huntua

Petugas AVSEC Bandara SSQ II Pekanbaru Amankan 4 Orang Tersangka Narkoba

Skrinews - RESTA PEKANBARU- Petugas AVSEC Bandara SSQ II Pekanbaru amankan 4 orang tersangka melakukan tindak pidana Narkoba yang diduga jenis Sabu di pintu masuk pemeriksaan X Ray Bandara Jum'at pagi (01/11/2017) pukul 09.00 WIB

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Kasubaghumas Iptu Polius kepada awak media membenarkan adanya penangkapan tindak pidana Narkoba oleh pihak bandara SSQ II Pekanbaru."Ya, tadi pagi petugas AVSEC Bandara SSQ 2 Pekanbaru amankan pelaku dari gerbang pintu masuk X Ray Bandara,"tukas Polius

Sebanyak 4 orang tersangka yang telah diamankan, yaitu M Rizal Adhe Putra alias Ade (23), M. Safar Saleh (32), M. Arif Adrian alias arif (26) dan Fredi Agnes Pratama alis Fredy (24) semua merupakan warga dari Sulawesi Tenggara.

Sementara kronologi penangkapan tersangka, Kasubaghumas Polresta Pekanbaru menjelaskan bahwa petugas Avseq bandara melihat 1 orang laki-laki yang mencurigakan, kemudian petugas mengamankan laki-laki tersebut dan melakukan penggledahan badan serta pakaian. Ternyata di selangkangan pelaku tersebut dtemukan 1 bungkus plastik yang dilakban warna kuning yg diduga Narkotika jenis Sabu.

Selanjutnya dari keterangan laki-laki tersebut dilakukan pengembangan oleh petugas Avseq dan dapat diamankan  3 orang pelaku lainnya. Kemudian dari 3 tersangka berhasil diamankan 7 bungkus plastik yang dilakban warna kuning. Dari keterangan tersangka, Narkoba tersebut akan dibawa ke kota Bandung."Kita dihubungi oleh pihak bandara, setelah adanya informasi tersebut tim lansung menuju ke lokasi kejadian,"terang Polius

Barang bukti dari 4 orang tersangka tersebut berhasil yang berhasil diamankan 8 bungkus plastik diduga Sabu yang d lakban warna kuning, dengan rincian 6 bungkus berat kotor masing-masing bungkusan 725 gram, 2 bungkus dengan berat kotor masing-masing bungkusan 700 gram dengan total berat kotor sabu 5,750 Gram. Terus 7 unit handphone, bukti transfer, identitas KTP tersangka 3 asli dan 1 sim asli serta 5 KTP dengan identitas palsu dan perlengkapan pribadi tersangka.

"Tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mako Polresta Pekanbaru untuk pemeriksaan dan  pengusutan lebih lanjut,"tutup Polius (Humas Resta)
Ediror: Awd

WARGA PURI ROGOJAMPI BERENCANA  HEARING KE DPRD.

      H. Iwan warga perum puri

Skrinews - Banyuwangi MLI 30/11, Warga Perumahan Puri Rogojampi yang berlokasi didusun concrong desa rogojampi kecamatan rogojampi banyuwangi.Akhirnya Mengambil langkah mengadu ke DPRD kabupaten banyuwangi guna meminta hak atas fasilitas umum (fasum) dan perbaikan drainase yang sudah dijanjikan oleh pihak developer.


  warga perumahan Puri merasa kecewa akibat pihak developer telah ingkar janji dengan nota kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama antara pihak warga perum puri rogojampi dengan pihak developer beberapa waktu lalu dikantor kecamatan rogojampi 3/11.


hingga kini kamis 30/11 warga puri rogojampi merasa Pihak developer terkesan mengingkari dan  mengabaikan isi nota kesepakatan bersama,sehingga warga perum puri rogojampi kecamatan rogojampi terpaksa mengadu ke DPRD banyuwangi guna menyampaikan aspirasi kekecewaan,ketidak puasan dan ketidak kenyamanan warga yang saat ini tinggal di lokasi perum puri rogojampi.


Akibat tindakan developer yang berencana akan melakukan perluasan perum puri dengan jalan membongkar tembok pembatas dengan tanpa seijin warga perum puri pada hal tembok pembatas yang dibongkar oleh pihak developer merupakan murni biaya dari swadaya warga perum puri kata H kurnianto ke team media.


tindakan pihak developer yang sewenang wenang serta ingkar janji terhadap warga penghuni perum puri rogojampi yang akan penyediakan fasum serta melakukan perbaikan irigasi dan draienase pembuangan air ternyata hanya janji janji belaka tambah H. Iwan setiawan kepada team media dengan penuh kekecewaan.

   Ketika team media mengkonfirmasi ke salah satu anggota DPRD dari dapil II Made swastiko (PDI P) mengatakan bahwa " polemik warga perum puri rogojampi dengan pihak developer yang hingga kini belum juga usai dan bahkan belum mendapatkan titik temu walaupun sudah ada nota kesepakatan bersama yang sudah ditanda tangani oleh kedua belah pihak ujar Made Swastiko yang juga menjabat sekertaris DPC PDI P banyuwangi.

 Made menambahkan bahwa DPRD kabupaten banyuwangi sesungguhnya sudah menjadwalkan untuk mempertemukan pihak developer dengan warga perum puri rogojampi akan tetapi karena penuhnya agenda kegiatan DPRD banyuwangi, sehingga untuk mempertemukan pihak yang bersengketa diperum puri rogojampi dan instansi terkait dalam hal ini DPRD banyuwangi baru bisa menjadwalkan di awal bulan desember minggu pertama dan dipimpin anggota DPRD banyuwangi dari komisi 1V pungkas Made swastiko dengan penuh harap, di hearing nanti menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak sehingga tidak ada lagi permasalahan di Perum puri rogojampi.

Penulis:Ahmad

PEMDES SIMPAY JAYA PRIORITASKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA

skrinews.com-Kuningan
Dodo Sutarda adalah sosok Kepala Desa Simpayjaya Kecamatan Karangkancana Kab.Kuningan yang sigap dan selalu bekerja keras untuk kemajuan pembangunan Desannya.karena itulah pembangunan Infrastruktur sangat penting sebagai salah roda perekonomian warga masyarakat.guna mendukung  berbagai sektor,diantaranya”ekonomi,pendidikan,kesehatan, dan daya beli masyarakat kalau Infrastruktur sudah pada bagus tentunya memudahkan kepada setiap sektor tadi.
Saat di temui oleh awak media skrinews.com Kades Simpayjaya Dodo Sutarda di sela-sela kesibukannya mengatakan” Alhamdulillah tingkat kesadaran masyarakat melaksanakan gotong royong di desa kami cukup tinggi ,sehingga setiap pengerjaan pembangunan dapat terselesaikan dengan baik dan bisa dinikmati masyarakat itu sendiri demi kelancaran perekonomian dan kesejahteraan menuju desa yang lebih maju.Jelas Dodo Sutarda
Masih lanjut Dodo Sutarda”Ya mudah- mudahan dengan adannya pembangunan Infrastruktur baik itu pisik maupun non pisik masyarakat desa Simpayjaya  senantiasa merasakan dan bisa menikmatinya,terbantu dan bisa bersaing dalam bidang kemajuan ekonomi dengan desa laiinya.kami yakin dengan adannya pembenahan Infrastruktur juga bisa meningkatkan Kualitas Ekonomi Khususnya masyarakat Desa Simpayjaya dan kami sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat maupun daerah yang sudah mengucurkan anggarannya.papar kades . (Andri-Wawan)

GELAR APEL PASUKAN WASPADA 1 DALAM RANGKA PENGAMANAN TABLIGH AKBAR DAN REUNI 212 DI SILANG MONAS

Skrinews - CILEDUG, Jumat 1 Desember 2017, 08.00.wib.
Waka Polsek Ciledug Akp.Bambang Legowo,
Memimpin Apel Waspada 1 Dalam Rangka Tabligh Akbar dan Reuni Jama'ah 212 di silang Monas Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan tersebut Waka Polsek Mengabsensi seluruh anggota baik yang hadir maupun yang tidak hadir, hal ini mendapat perhatian Khusus Mengingat hari ini seluruh Jajaran Polda Metro Jaya di nyatakan Wapada 1 artinya seluruh anggota harus di persiapkan apabila sewaktu waktu membutuhkan banyak personil, dalam apel kali ini anggota yang hadir sebanyak 85 pers.

Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto SH, yang berhalangan hadir di karenakan harus mengikuti Apel Gelar Pasuka Di Mapolres Tangerang Kota menitip pesan kepada Waka, agar seluruh Anggota harus di Hadirkan dan di Atur untuk pelaksanaan tugasnya selama Giat Waspada 1 ini.

Kemudian Waka Polsek Menyampaikan kegiatan kegiatan yang harus di lakukan termasuk pelaksanaan kontroler ke Wilayah wilayah agar tercipta situasi yang aman dan Kondusif serta terkendali.

Humas polsek Ciledug
Editor:Awd