Tiada Manusia Yang Sempurna Tapi Manusia Tanpa Urat Malu Lebih Buruk Dari Pada Hewan Yang Berpakaian



Kalena Rongo - Suaraindonesia1, Ketika Aturan Memberikan kesempatan Kepada  Manusia untuk Memilih Pemimipinya  bertujuan Untuk Mengatur    dan Memenes Anggaran  Berdasarkan Kebutuhan di Suatu Wilayah baik di Tingkat Kabupaten ,Pemerintah Kecematan,Maupun  Pemerintahan Desa


Bertujuan Untuk Mengurus Masyarakatnya dalam hal Pemberdayaan  berdasarkan Kebutuhannya 


Dan yang Namanya Seorang Pemimpin harus Memiliki rasa Malau  dan Urat Malu Idealnya manusia yang sehat dan humanis punya rasa malu. 


Secara natural manusia dibekali rasa malu karena khawatir salah, tidak diterima, atau takut melanggar aturan. Rasa malu ini berfungsi menjaga “harkat dan martabat” manusia sehingga selalu ada kontrol dalam setiap perkataan dan perbuatannya.



Bukan Berarti Seorang Pemimpin Melupakan arti Kata Malu 

Malu terkait budaya dan keyakinan. Penjaganya disebut urat malu. Malu dan urat malu adalah selaras sekeping. Jika urat malu masih kuat,  seorang akan menghentikan perbuatan yang dilakukan dan meminta maaf kepada yang terlibat di dalamnya. 


Apabila urat malu Kades kalena Rongo atas nama: Rofinus gheru kaka kendor, orang akan menutupi perbuatannya tetapi masih melakukannya secara sembunyi-sembunyi .Merampas hak  Masyrakat desa Kalena Rongo ungkap Masyrakat yang enggan Namanya di Mediakan pada  hari tanggal Selasa 23 Januari 2024 Siang. 


Menurutnya Jika urat malu sudah putus, orang akan membuka perbuatannya dan melakukan pengesahan, bahkan menyebarkannya.


Dalam penjelasanya Urat malu memiliki 3 level, yakni malu di level kepala, malu di level badan-perut dan sekitarnya, serta malu level ruh-iman. Malu dan iman ada dalam 1 ikatan. 


Bila ikatan malu terlepas, otomatis iman pun akan terburai.


*** Malu level PERTAMA adalah malu yang timbul dari berpikir, melihat, mendengar, merasa, dan berbicara. Orang yang punya malu pada level ini, akan menghindari diri dari melihat dan mendengar hal buruk, menghindari berpikir buruk, serta menjauhi perkataan buruk yang berpotensi memalukan diri sendiri dan orang lain.


 Sebaliknya, orang yang putus urat malu level ini akan terus menerus berprasangka buruk, iri, dengki, dan marah. Mereka tidak segan-segan Melakukan Korupsi Uang Negara dengan Caranya Kades Rofinus Gheru Kaka, , merendahkan orang lain, melabeli orang lain dengan brakus Membeli Mobil Inova bukan dari Hasil Keringatnya, sehingga Pribadinya di Anggap Tempat  kotoran,atau jadi Kotak Sampah  dan profesi rendah. Penistaan dan penghinaan adalah juga contoh putusnya urat malu level ini. Tegasnya


*** Malu level KEDUA adalah malu terkait perbuatan fisik, tangan, kaki, perut, dan “alat kemaluan”. Apabila urat malu level ini terbuka, maka orang akan makan dan minum apa saja (tanpa kenal halal-haram), berbuat apa saja (bahkan membuka area “kemaluan”) sehingga tdk ada lagi badan fisik yang ditutupi. Perbuatan level ini berbahaya karena menimbulkan ketagihan, apalagi jika didukung keyakinan, pembelaan, dan pembenaran diri.


 “Lebih mulia begini daripada munafik” adalah contoh pembelaan akibat terbukanya urat malu level 2.


*** Urat malu level KETIGA adalah urat malu terakhir -level ruh dan iman. Urat malu ini berupa rasa malu hakiki, intrapersonal-eksistensial, dan muncul ketika seseorang berdialog dengan diri sendiri. Dalam bentuk yang lebih khas, malu level ini ditandai dengan “rasa malu”terhadap Allah, Tuhan, atau zat suci dari kepercayaan yang dianut. Benang merahnya, agama mengajarkan “pertemuan setelah mati”. Urat malu ini adalah pertahanan terakhir. Apabila urat malu ini terbuka, maka tidak ada hal apa pun yang mampu mencegah perbuatan buruk seseorang. Dengan enteng dan tanpa sadar, orang akan TEGA melakukan perbuatan apa pun tanpa kontrol, bahkan perbuatan ngeri-keji yang tidak terjangkau hati nurani orang sehat.


 Orang-orang dengan kerusakan urat malu ini, tidak mempan nasihat, tidak mempercayai hari pembalasan, dan menggunakan hukum rimba. Soal kepribadian, pasti tidak sehat.


*** Berhati-hatilah. Luangkan waktu meski hanya sejenak memeriksa klep dari urat malu sendiri. Penipu dan penjahat yang mengaku beriman, yang mencampur perbuatan baik dan buruk untuk mencapai tujuan buruk, mengumbar urat malu dengan dalih kebaikan, adalah contoh-contoh perbuatan tanpa urat malu yang kompleks.


 Tiada manusia yang sempurna, tapi manusia tanpa urat malu lebih buruk daripada hewan yang berpakaian. ##



Jalan Bidimu,Kalembu Buku RAPU TATA Dusun II menuju tadu Kahobo desa Kalena Rongo itu  yang di Kerjakan Asal jadi tanpa di Wals  dan tidak sesuai sehingga saya bisa Mengungkapkan Kepala Desa Kalena Rongo   Rofinus Gheru Kaka ,Saya Menilai Urat Malu sudah Putus


Berdasarkan Pantauan Media pada hari Selasa 23 Januari 2024,terdapat Beberapa Buah Deker yang sudah Jebol 


Ketika Media ini Pergi Ke rumah Kades  Rofinus Gheru Kaka, tidak berada di rumahnya


Menurut Pengakuan Beberapa Anak yang di sedang Nonton  TV di Ruang Tamu Rumah Kepala Desa Rofinus Gheru Kaka,


Media mohon Maaf apa Benar ini Rumah Bapak Desa Kalena Rongo?


Tuan Rumah,Ya Betul!

Media boleh saya Ketemu dengan Bpak Desa?

Tuan Rumah yang Mengaku Anak Bpak Desa,bapak tidak ada?

Bapak lagi Keluar Ke Waitabula jawab anak  Kecil yang Mengaku Anak Kepala Desa


Hingga Berita ini di Turunkan  kepala desa Belum berhasil di temui,Pada hal dari Media sudah konfirmasi via WhatsApp  kades Rofinus tidak Membas  Media ,


 Atas penjelasan Anak Kepala Desa Rofinus  bahwa Bpk ke Waitabula,Sehingga Media Ini Menghubungi Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba barat daya,Simon Lende ,Lewat WhatsApp nya belum juga ada Jawaban.

Dari hasil Konfirmasi Kepala Inspektorat Kabupaten Sumba Barat daya,Theofilus Natara, Menjawab Pada Media.

Terima.kasih.atas informasinya Jawab Kepala.Inspektorat




Liputan Tibo Suaraindonesia1.