Panen Raya Jagung Di Boalemo Presiden Republik Indonesia Didampingi oleh Pangdam XIII/Merdeka dan Dandim 1316/Boalemo.




Boalemo - SuaraIndonesia1. Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Boalemo tidak hanya meresmikan Inpres Jalan Daerah (IJD) akan tetapi sekaligus dengan Panen Raya Jagung yang dilaksanakan pada Senin, (22/04/2024) di Desa  Kota Raja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.


Setelah selesai meresmikan IJD, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama rombongan yang didampingi oleh Pangdam XIII/Merdeka bersama Dandim 1316/Boalemo melanjutkan Kunjungan Kerja Panen Raya Jagung bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boalemo.



Pada pelaksanaan Panen Raya tersebut Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa Kunjungan kerja hari ini untuk memastikan bahwa Produksi Jagung yang ada Indonesia terus meningkat.

"Import jagung yang dulunya 3.5 Juta sekarang sudah 400 sampai 450 ribu, memang turunnya banyak, yang ke dua yang berkaitan dengan harga, yaitu harga perkilo, Tahun lalu harganya bisa mencapai 8000, sekarang turun menjadi 4000-5000/Kilo, kalau harganya sudah turun seperti itu artinya, produksinya masih melimpah dan naik, kita harapkan Produktifnya naik dan harganya juga meningkat dan itu harus dilakukan oleh Pemerintah dengan mungkin pembelian oleh Bulog. Tegas Joko Widodo saat diwawancarai oleh awak Media.



Ketika ditanyakan pandangan Presiden tentang kunjungannya ke Kabupaten Boalemo, Joko Widodo menyampaikan " banyak jagungnya dan juga banyak Kelapa, kalau kita liat dari atas Banyak Kelapa sama Jagunya". ungkapnya sambil tersenyum.


Harapan Presiden Joko Widodo terhadap Petani yang ada di Provinsi Gorontalo agar penyediaan Bibit dan Pupuk jangan sampai terlambat dan penggunaan sistem terasering untuk penanaman jagung yang ada di bukit-bukit.



"mungkin bisa bibitnya kemudian, pupuknya jangan sampai terlambat, jangan sampai tidak ada, yang ketiga saat titip,  tadi kita melihat dari atas maupun setelah mendarat tadi, penanaman Jagung terutama yang di bukit-bukit harus memakai sistem Terasering, karna disungai saya lihat sedimentasinya sangat coklat skali. inilah yang harus dilakukan, yah ngak apa apa, pelan pelan tapi harus dimulai. Tutup Presiden RI.


Penulis : Ayimun Sunga