BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

FORUM PEMUDA GORONTALO BONGKAR DUGAAAN BEKINGAN APARAT PENEGAK HUKUM DALAM MAFIA BATU HITAM GORONTALO


GORONTALO, suaraindonesia1.com
— Terjawab sudah mengapa hingga hari ini praktik mafia batu hitam di Provinsi Gorontalo tak kunjung berhenti. Dugaan kuat mengarah pada adanya bekingan dari oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang membuat aktivitas pengiriman batu hitam ilegal terus berlangsung secara sistematis, rapi, dan nyaris tanpa hambatan hukum.


Catatan Kelam Pernah Ada

Sejak tahun 2022,publik Gorontalo mencatat babak gelap penegakan hukum, menyusul munculnya dugaan keterlibatan oknum Kapolres Bone Bolango dalam aktivitas pengiriman batu hitam dan sampai ada pencopotan. Dugaan ini menjadi alarm awal bahwa praktik ilegal tersebut bukan sekadar kejahatan lingkungan biasa, melainkan diduga telah terstruktur dan memiliki pelindung kekuasaan. Alih-alih dihentikan, aktivitas tersebut justru terus berjalan hingga hari ini.


Dugaan Keterlibatan Oknum PJU Polda Gorontalo

Kecurigaan publik kian menguat setelah beredarnya foto swafoto(selfie) yang memperlihatkan seorang oknum Pejabat Utama (PJU) Polda Gorontalo bersama sosok yang diduga sebagai bos mafia batu hitam. Foto tersebut memicu pertanyaan serius: apakah penegakan hukum sedang dilemahkan dari dalam? Bila benar adanya, maka hal ini bukan hanya pelanggaran etik, melainkan juga potensi tindak pidana serius yang mencederai institusi kepolisian secara menyeluruh.


Penelusuran Langsung oleh Forum Pemuda Gorontalo

Forum Pemuda Gorontalo,di bawah koordinasi Zasmin Dalanggo, melakukan penelusuran langsung hingga ke Pelabuhan Tanjung Priok, serta mendatangi Polres hingga Mabes Polri. Langkah ini menjadi bukti bahwa Zasmin Dalanggo tidak tinggal diam dan berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas. Namun ironisnya, upaya pengawalan hukum tersebut justru dibalas dengan teror dan ancaman serius, baik melalui pesan WhatsApp maupun secara langsung. Ini menunjukkan adanya upaya pembungkaman terhadap suara kritis rakyat.


Modus Operandi yang Terungkap

Forum Pemuda Gorontalo menduga pengiriman batu hitam masih terus berlangsung dengan modus: Menggunakan dump truck, batu hitam dikemas dalam karung putih, disegel warna hijau dengan tulisan tertentu, dan dipindahkan ke kontainer untuk pengiriman diam-diam.


Pada 7 November 2025, Forum Pemuda Gorontalo bahkan menahan sejumlah dump truck bermuatan batu hitam. Namun, upaya tersebut mendapat tekanan dengan klaim sepihak bahwa muatan tersebut adalah “arang”. Zasmin Dalanggo dengan tegas menyatakan, “Itu bukan arang. Itu batu hitam. Kami memiliki bukti lengkap berupa foto, video, dan dokumentasi dump truck beserta isinya.”


Desakan untuk Penegakan Hukum

Forum Pemuda Gorontalo mendesak Polda Gorontalo untuk segera menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat,dengan inisial: K, R, W.


Sebagai langkah lanjutan, Forum Pemuda Gorontalo menyatakan akan segera melaporkan dugaan keterlibatan PJU Polda Gorontalo ke Propam Polri. Selain itu, dump truck juga akan dilaporkan secara resmi ke Polda Gorontalo untuk diproses hukum.


Kini publik menunggu keberanian institusi penegak hukum untuk membuktikan bahwa hukum benar-benar berdiri di atas keadilan, bukan di bawah bayang-bayang mafia dan bekingan kekuasaan.


Reporter: Jhul-Ohi

« PREV
NEXT »