GORONTALO, suaraindonesia1.com — Aktivitas pengiriman batu hitam ilegal di wilayah Gorontalo kembali menuai sorotan tajam. Forum Pemuda Gorontalo (FPG) melontarkan kritik keras terhadap aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Bone Bolango dan Kapolresta Gorontalo Kota, yang dinilai gagal menghentikan pengiriman batu yang berlalu-lalang di Bone Bolango dan Kota Gorontalo, praktik yang diduga telah berlangsung lama dan terorganisir baik.
Koordinator FPG, Zasmin Dalanggo, mengungkapkan bahwa pengiriman batu hitam ilegal bukanlah aktivitas baru. Menurutnya, praktik ini sudah berlangsung cukup lama, berjalan secara sistematis dan terorganisir dengan baik, bahkan menggunakan mobil dam truk dalam jumlah besar serta dikawal oleh orang-orang yang tidak dikenal.
“Jika aktivitas ini sudah berlangsung lama dengan pengiriman yang cukup besar menggunakan dam truk, maka sangat mungkin ada pihak-pihak besar yang terlibat di belakangnya. Ini bukan kejahatan kecil, ini kejahatan luar biasa,” tegas Zasmin.
FPG mempertanyakan bagaimana mungkin aktivitas sebesar itu tidak terdeteksi oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Bone Bolango dan Polresta Gorontalo Kota. Menurut Zasmin, sangat sulit dipercaya jika pengiriman yang menggunakan kendaraan besar seperti dam truk bisa lolos tanpa diketahui aparat.
“Apakah mereka takut menangkap mafia pengiriman batu hitam tersebut? Ataukah Kapolres dianggap tidak mampu menindak jaringan ini?” ujarnya dengan nada tajam.
Ia bahkan menegaskan bahwa jika aparat kepolisian memang tidak mampu menghentikan praktik ilegal tersebut, maka sebaiknya pimpinan kepolisian di wilayah tersebut mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya.
“Kalau memang tidak mampu menahan mafia pengiriman batu hitam, lebih baik mundur saja. Karena itu berarti gagal menegakkan keadilan,” lanjutnya.
Zasmin juga mengklaim pihaknya memiliki bukti kuat terkait aktivitas pengiriman tersebut. Ia menyebutkan bahwa dam truk pengangkut batu hitam bahkan pernah melintas dan berhenti di sekitar polres.
“Saya punya bukti bagaimana dam truk itu melintas di depan salah satu Polres bahkan berhenti di samping Polres. Maka sangat mustahil jika aktivitas itu tidak diketahui,” ungkapnya.
FPG mengaku telah melaporkan dugaan aktivitas pengiriman batu hitam ilegal tersebut ke Polda Gorontalo. Mereka juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, untuk mengetahui siapa dalang di balik pengiriman batu hitam tersebut.
Forum Pemuda Gorontalo menilai adanya dugaan pembiaran terhadap aktivitas mafia batu hitam yang bebas berlalu-lalang di wilayah hukum Polres Bone Bolango dan Polresta Gorontalo Kota.
Reporter: Jhul-Ohi


