GORONTALO, suaraindonesia1.com – Kinerja Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menuai sorotan tajam dari mahasiswa asal Bolsel yang menempuh pendidikan di Gorontalo. Pasalnya, progres perbaikan dan penyelesaian fasilitas Asrama Putri Baru Bolsel yang berlokasi di Jl. Pangeran Hidayat No.36, Liluwo, Kec. Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo dinilai berjalan di tempat dan tidak menunjukkan perkembangan berarti.
Persoalan ini bermula dari serangkaian pertemuan dan mediasi yang dilakukan oleh pengurus Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Selatan (KPMIBMS) Cabang Gorontalo dengan pihak Kesra. Dalam berbagai kesempatan, Kabag Kesra berulang kali menyampaikan komitmen dan janji untuk segera menuntaskan kelengkapan fasilitas asrama agar layak huni. Namun, realisasi di lapangan tak kunjung sesuai dengan pernyataan tersebut.
Bangunan asrama yang diresmikan pada 5 Desember 2024 lalu dan ditargetkan rampung paling lambat Desember 2025 itu, hingga saat ini masih dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni. Kondisi ini memicu kekecewaan para mahasiswa yang telah lama menantikan kepastian untuk dapat menempati hunian tersebut.
Ketua KPMIBMS Cabang Gorontalo, Chryswanto Paputungan, menyayangkan lambannya respons dan tindak lanjut dari pihak terkait. Ia menilai Kabag Kesra dinilai gagal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait jaminan kesejahteraan dan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa.
"Kami hanya butuh realisasi, bukan sekadar kata-kata 'akan segera' atau 'sedang diproses'. Sudah terlalu lama kami menunggu kepastian kapan asrama ini layak dihuni secara utuh," tegas Chryswanto.
Kritik ini tidak hanya menyorot persoalan teknis pembangunan, tetapi juga menyoal minimnya komunikasi dan transparansi dari pihak eksekutif. Upaya konfirmasi yang dilakukan langsung oleh Ketua KPMIBMS Cabang Gorontalo melalui pesan singkat pada 2 Maret 2026 tidak mendapat respons dari Kabag Kesra Bolsel. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab mandeknya realisasi perbaikan asrama, baik dari sisi anggaran maupun teknis pengerjaan.
Kegagalan dalam mengeksekusi perbaikan asrama ini dikhawatirkan dapat mencoreng citra Pemerintah Kabupaten Bolsel di bawah kepemimpinan Bupati H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si. Kondisi ini dinilai mencerminkan ketidakseriusan birokrasi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) daerah, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di perantauan.
Reporter: Jhul-Ohi


