GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Mahasiswa Pecinta Alam se-Universitas Negeri Gorontalo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai berbagai persoalan lingkungan yang semakin mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan ekosistem di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyoroti maraknya eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran di tanah Papua yang dinilai telah mengancam kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, serta ruang hidup masyarakat adat.
Menurut Ikhlas Butudoka selaku koordinator kegiatan, banyaknya kajian yang menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap dampak sosial dan ekologis dari proyek-proyek skala besar yang berpotensi mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa Pecinta Alam se-Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa hutan Papua bukan sekadar kawasan ekonomi, melainkan ruang hidup, identitas budaya, dan sumber penghidupan bagi masyarakat adat yang telah menjaganya selama turun-temurun. Oleh karena itu, segala bentuk pembangunan harus menghormati hak masyarakat adat dan memastikan keterlibatan mereka dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Selain itu, forum diskusi juga menyatakan penolakan terhadap berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan apabila dijalankan tanpa mempertimbangkan daya dukung ekologis, hak-hak masyarakat adat, serta prinsip keadilan sosial. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa sebagian proyek dapat menimbulkan risiko sosial dan lingkungan yang serius apabila tata kelolanya tidak dilakukan secara transparan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Pecinta Alam se-Universitas Negeri Gorontalo menyampaikan beberapa sikap:
1. Mengecam segala bentuk kejahatan lingkungan yang mengancam kelestarian hutan Papua dan wilayah-wilayah ekologis penting lainnya di Indonesia.
2. Menolak PSN yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
"Kami percaya bahwa pembangunan tidak boleh dibangun di atas penderitaan rakyat dan penghancuran lingkungan. Masa depan Indonesia harus bertumpu pada keadilan ekologis, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan keberlanjutan lingkungan hidup," tegas Ikhlas dalam diskusi tersebut.Kegiatan nobar dan diskusi ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus konsolidasi gerakan mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu lingkungan yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. (JO)


