Jakarta Utara, suaraindonesia1.com - Prakarsa Warga Jakarta Utara menggelar kegiatan Edukator Pilah Sampah Berbasis Warga bertema "Membangun Budaya Pilah Sampah Melalui Partisipasi dan Gotong Royong" di Kecamatan Tanjung Priok, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini bertujuan mencetak kader edukator yang mampu menggerakkan masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sekretaris Camat Tanjung Priok, Mohammad Yohan, saat membuka kegiatan mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah melalui edukasi dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku warga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Sekretaris Prakarsa Warga Jakarta Utara, Puriawan, mengatakan seluruh jajaran organisasi memiliki tanggung jawab menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis warga.
Sementara itu, Sekretaris Prakarsa Warga Jayaraya, Abraham Leo, menegaskan persoalan sampah hanya dapat diselesaikan melalui kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan seluruh warga. Ia mengajak peserta menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing.
Dalam sesi materi, Muhammad Ivan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara menjelaskan latar belakang diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah. Ia menekankan bahwa pengurangan sampah dari sumbernya hanya dapat berhasil jika masyarakat membiasakanu memilah sampah sejak dari rumah.
Materi lainnya disampaikan M.M. Restu Hapsari yang mengajak peserta menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, sampah yang dipilah dengan benar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali dan proses daur ulang.
Peserta juga mengikuti praktik pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta pelatihan pembuatan ecoenzyme yang dipandu Koordinator Bidang Lingkungan Hidup Prakarsa Warga Jakarta Utara. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Peserta kegiatan terdiri atas Presidium Prakarsa Warga Jayaraya DKI Jakarta beserta jajaran, Badan Pengurus Harian Prakarsa Warga Jakarta Utara, Koordinator 11 Bidang Prakarsa Warga Jakarta Utara, Kasatpel se-Jakarta Utara, serta Kasatlak se-Kecamatan Tanjung Priok.
Melalui kegiatan tersebut, Prakarsa Warga Jakarta Utara menegaskan komitmennya mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah sekaligus memperkuat gerakan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah melalui edukasi berkelanjutan.
Mengusung slogan "Pilah Sampah: Bersih, Cuan, Berkah", organisasi ini mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah karena mampu menciptakan lingkungan yang bersih, memberikan nilai ekonomi, serta menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Pilah Sampah sebagai komitmen seluruh jajaran Prakarsa Warga Jakarta Utara untuk menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah demi mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan menuju lima abad Kota Jakarta.
Report, Ida Ismayani



