WAROPEN-Suaraindonesia1.com. Tokoh perjuangan dan putra asli Waropen bagian Timur, Kaleb Woisiri, turut memberikan perhatian terhadap kegiatan pembagian sembako, perlombaan, serta penyampaian pesan kebangsaan yang digelar sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat di Kabupaten Waropen. Selasa (18/08/2026)
Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Waropen.
Kaleb Woisiri menilai, pembagian sembako tidak semata-mata merupakan bentuk bantuan sosial, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas antarsesama. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dimaknai lebih luas sebagai sarana memperkuat rasa kekeluargaan dan semangat saling membantu.
Ia juga mengajak masyarakat Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP untuk terus menjaga hubungan baik dan hidup berdampingan secara harmonis di tanah Waropen.
“Bantuan yang diberikan bukan hanya soal apa yang diterima, tetapi yang lebih penting adalah nilai kepedulian, kebersamaan dan persaudaraan yang tumbuh di antara kita,” ujar Kaleb.
Selain pembagian sembako, menurutnya, kegiatan perlombaan juga memiliki nilai strategis dalam membangun persatuan. Perlombaan menghadirkan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan, kebersamaan dan sportivitas, sehingga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial tanpa melihat perbedaan latar belakang.
Kaleb berpandangan bahwa ruang-ruang kebersamaan semacam ini perlu terus dihidupkan, khususnya bagi generasi muda. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa perbedaan suku, latar belakang maupun status sosial bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dan bersama-sama membangun daerah.
Sebagai anak asli Waropen bagian Timur sekaligus salah satu tokoh perjuangan di Waropen, Kaleb Woisiri mengingatkan seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya setempat, serta menjunjung tinggi semangat kebangsaan.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Waropen sebagai rumah bersama, tempat setiap orang dapat hidup dengan saling menghormati dan menghargai.
“Waropen adalah rumah kita bersama. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah. Mari kita jaga persatuan, hormati adat dan budaya, serta bersama-sama menciptakan Waropen yang aman, damai, harmonis dan semakin maju,” pesannya.
Kaleb berharap semangat kebersamaan tersebut tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan persatuan dan kepedulian antarsesama, masyarakat Waropen diyakini dapat menghadapi berbagai tantangan pembangunan secara bersama-sama.


