KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura resmi menuntaskan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat di Kampung Ketuapi, Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, Senin (24/08/2026).
Kegiatan penutupan tersebut dihadiri Plt. Kepala Kampung Ketuapi, Derek Payai, bersama aparat kampung, Ketua BAMUSKAM Kampung Ketuapi Derek Wayangkau beserta anggota, serta masyarakat Kampung Ketuapi.
Selama kurang lebih 1 bulan 10 hari, sebanyak 21 mahasiswa KKN Kelompok 20 melaksanakan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas akademik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan kampung.
Dari 8 Program Berkembang Menjadi 15 Program, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Kelompok 20 Universitas Cenderawasih Jayapura, Evelin Agustina Marani, S.IP., M.Sos., menjelaskan bahwa ketika berangkat dari Kota Jayapura, mahasiswa awalnya hanya membawa delapan program kerja yang telah dirancang.
Namun, setelah tiba di Kabupaten Kepulauan Yapen, khususnya di Kampung Ketuapi, mahasiswa melakukan komunikasi dan berinteraksi langsung dengan pemerintah kampung serta masyarakat. Dari proses tersebut, program kerja kemudian berkembang menjadi 15 program sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Awalnya dari Kota Jayapura kami hanya membawa delapan program yang sudah direncanakan. Tetapi setelah kami tiba di Yapen, khususnya di Kampung Ketuapi, program-program tersebut berkembang menjadi 15 program sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat,” jelas Evelin.
Menurut Evelin, berkembangnya program kerja tersebut tidak terlepas dari keterlibatan dan masukan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah dirancang sebelumnya, tetapi juga berusaha membaca kebutuhan nyata yang ditemukan selama berada di tengah masyarakat.
“Ini juga merupakan bagian dari permintaan dan kebutuhan masyarakat tercinta di Kampung Ketuapi. Kami bersyukur karena semua program dapat dikerjakan bersama-sama hingga selesai,” ujarnya.
Apresiasi kepada Pemerintah dan Masyarakat, Evelin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kampung Ketuapi, BAMUSKAM, serta seluruh masyarakat yang telah menerima, mendampingi dan membantu mahasiswa selama melaksanakan KKN.
“Mewakili anak-anak KKN Kelompok 20, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kampung Ketuapi dan seluruh masyarakat yang selama ini telah membantu anak-anak mahasiswa kami,” tutur Evelin.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Kampung Ketuapi terdapat sikap maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Kami juga memohon maaf apabila selama berada di sini ada hal-hal yang kami lakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja, yang membuat masyarakat tersinggung ataupun marah,” katanya.
Kepala Kampung: Mahasiswa KKN Berikan Perubahan Positif, Sementara itu, Plt. Kepala Kampung Ketuapi, Derek Payai, menyampaikan terima kasih kepada DPL dan seluruh mahasiswa KKN Kelompok 20 yang telah hadir serta melaksanakan pengabdian di Kampung Ketuapi.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan kontribusi positif bagi pemerintah kampung maupun masyarakat.
“Adik-adik mahasiswa KKN Kelompok 20 sangat luar biasa karena telah memberikan perubahan dan contoh yang baik di Kampung Ketuapi,” jelas Derek.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.
“Atas nama pemerintah kampung dan masyarakat, kami juga memohon maaf apabila selama adik-adik melaksanakan KKN di Kampung Ketuapi ada hal-hal yang kurang berkenan,” ungkapnya.
Resmikan Tugu Batas Kampung Ketuapi–Mariadei, Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian pengabdian mahasiswa adalah peresmian Tugu Batas Kampung Ketuapi dan Kampung Mariadei, Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Mahasiswa KKN Kelompok 20 bersama Pemerintah Kampung Ketuapi, BAMUSKAM dan masyarakat turut mengambil bagian dalam pembangunan hingga peresmian tugu tersebut.
Tugu batas tersebut tidak hanya menjadi penanda batas wilayah administratif antara Kampung Ketuapi dan Kampung Mariadei, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong dan sinergi antara mahasiswa, pemerintah kampung, BAMUSKAM dan masyarakat.
Keberadaan tugu itu diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan di kampung dapat dilakukan melalui kerja sama dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
21 Mahasiswa, Satu Pengalaman Berharga, Ketua KKN Kelompok 20, Muhammad Afif Aqilah, mengatakan bahwa kelompoknya berjumlah 21 mahasiswa yang ditempatkan untuk melaksanakan KKN di Kampung Ketuapi, Distrik Anotaurei.
Menurutnya, pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Selain melaksanakan program kerja, mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai kehidupan sosial masyarakat, membangun komunikasi, bekerja sama, memberikan pelayanan, serta belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat di tingkat kampung.
“KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa belajar hidup bersama masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, bekerja bersama dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Kehadiran KKN Kelompok 20 di Kampung Ketuapi pun menjadi momentum bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling belajar, berbagi pengalaman serta membangun kebersamaan.
KKN Berakhir, Silaturahmi Tetap Terjalin, Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhir pula hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Kampung Ketuapi.
Sebanyak 15 program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat. Lebih dari sekadar program kerja, kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 20 telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Kampung Ketuapi selama kurang lebih satu bulan sepuluh hari.
Bagi mahasiswa, Ketuapi bukan hanya tempat menjalankan tugas akademik. Kampung tersebut menjadi ruang untuk belajar tentang kehidupan, kebersamaan, tanggung jawab, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 20 secara resmi berpamitan kepada pemerintah kampung dan masyarakat. Dari Kampus untuk Masyarakat, dari Ketuapi untuk Pengalaman yang Tak Terlupakan.
(Redaksi Suaraindonesia1.com)


